Keselamatan Transportasi di Titik Kritis, Nyawa Warga Jangan Dipertaruhkan untuk Angka Stastistik.

0 Komentar

Kegagalan sistem pengereman dapat disebabkan, di antaranya oleh kondisi pengemudi yang tidak siap serta tak menguasai kendaraan, atau pun kondisi dari sarana kendaraannya itu sendiri.

“Adapun penyebab kelelahan pengemudi adalah kurangnya waktu untuk beristirahat,” ucap Djoko.

Menurutnya, pengemudi bukan hanya perlu mempunyai kemampuan teknik mengendarai dan pengetahuan berlalu lintas yang baik.

Baca Juga:Jalur Afirmasi RMP Tak Wajib Penerima Bansos, Ternyata Ini Syarat Utamanya!Staycation Tanpa Buru-Buru! Skyland City Hotel Jatinangor Tawarkan Promo “24 Hours Stay Longer”

Akan tetapi, juga harus memiliki kepribadian dan kompetensi yang baik, meliputi skill, knowledge , dan attitude , sehingga dapat melayani dan menghargai penumpang dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh KNKT, terhadap beberapa kejadian kecelakaan sejak 2015 hingga sekarang, terutama yang melibatkan angkutan umum baik angkutan orang maupun angkutan barang.

Terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan yang terjadi antara lain kondisi kendaraan yang kurang laik, faktor kelelahan pengemudi, faktor kesehatan pengemudi, serta faktor pembinaan dan penindakan.

“Nyawa warga jangan dijadikan arisan meregang di jalan raya. Nyawa warga jangan dipertaruhkan hanya sebagai angka stastistik,” tegasnya.

Djoko mengungkapkan, sebelumnya pernah ada Dana Alokasi Khusus (DAK) Keselamatan di Kementerian Perhubungan, berlangsung tidak lebih lima tahun, sekarang sudah tidak ada lagi.

“Sekarang, fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap operator angkutan umum dan pengemudinya dari Kementerian Perhubungan tidak berjalan,” ungkapnya.

“Tidak berjalan lantaran anggaran untuk itu tidak ada lagi. Monitoring dan pembinaan teknis dengan pemerintah daerah tidak berjalan lagi, karena tidak ada anggaran,” pungkas Djoko. (Bas)

0 Komentar