“Yang penting kami ada buat hunian lagi, tidak masalah mau kecil juga,” katanya.
Hal senada diungkapkan Iim (36), warga Kampung Cibeureum Jati, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, yang tinggal sekaligus membuka usaha di atas rel yang akan diaktifkan kembali.
Ia mengaku membolehkan jika adanya Reaktivasi lantaran sudah kebijakan pemerintah. Namun khawatir kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Baca Juga:Wali Kota Banjar Pastikan Program Kartu Berdaya Terealisasi Tahun IniMotif Asmara Dibalik Pembunuhan Wanita di Kamar Kos Ciamis
“Tapi saya bingung nanti usaha di mana lagi. Soalnya, pasti bangunan ini dibongkar,” ujarnya.
Selama lebih dari 15 tahun, Iim tinggal di tempat itu bersama suami dan dua anaknya. Ia bahkan harus menenangkan anak keduanya yang masih SD, yang sempat bertanya bagaimana jika benar terjadi pengusiran dan akan tinggal dimana.
“Walaupun rencana itu ada, harapannya pemerintah menyiapkan tempat tinggal buat kita,” ungkapnya.
