JABAREKSPRES.COM, BANDUNG – Ada yang berbeda saat giat Abdi Nagri Nganjang ka Warga. Di salah satu sudut dari puluhan stand layanan, ada kelompok yang justru membawa egrang hingga rorodaan hingga bedil jepret. Mereka adalah Komunitas Hong.
Mereka memajang berbagai mainan tradisional itu tepat di depan gedung utama. Berbagai mainan itu juga tidak sekedar untuk dipajang. Tapi sangat dipersilahkan jika ada masyarakat yang ingin mencoba untuk memainkan.
Komunitas itu hadir tidak untuk sekedar memberi layanan. Tapi mereka hadir untuk menjaga tradisi warisan leluhur dalam bentuk mainan tradisional.
Baca Juga:Abdi Nagri Nganjang ka Warga Bakal Keliling 27 Kota KabupatenPria Asal Lampung Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Kota Wisata, Polisi Lakukan Penyelidikan
Pendiri Komunitas Hong Dr. M Zaini Alif menceritakan, komunitas itu berdiri sejak 2003 lalu. Komunitas lahir dari keresahan akan mainan tradisional yang kian terkikis perkembangan zaman.
Apalagi kondisi itu kian nyata saat ini. Anak-anak zaman sekarang cenderung lebih akrab dengan gadget atau game online. Dari pada berbagai permainan tradisional.
“Anak-anak sekarang terbiasa dengan gadget, kami menginisiasi kembali agar anak-anak bisa kembali ke permainan tradisional,” tuturnya.
Zaini melanjutkan, setidaknya ada lebih dari 300 mainan tradisional yang tumbuh di Jabar. Permainan itu beragam sesuai dengan lingkungannya. Misal daerah pantai tentu mainan berkaitan dengan laut atau pantai, daerah gunung maka permainannya juga berkaitan dengan gunung.
Namun keberadaan permainan tradisional itu kian terkikis. Tidak banyak orang yang mengenalnya apalagi memainkan. Itu membuat Zaini prihatin. Sehingga ia bersama komunitasnya itu berjuang untuk mempopulerkan kembali.
Giat di Gedung Pakuan itu jadi momentum positif untuk mengkampanyekan berbagai permainan tradisional itu. “Kami bersepakat untuk mempopulerkan kembali berbagai permainan tradisional itu,” sambungnya.
Menurut Zaini, permainan tradisional itu bukan sekedar permainan. Tapi itu juga memiliki nilai budaya, termasuk sarana pendidikan karakter dan penguat identitas bangsa.
Baca Juga:Fakta Baru Kasus Dokter Residen RSHS, Ini Kata Polisi!Warga Padati Gedung Pakuan, Layanan Kesehatan dan Adminduk Jadi Favorit
“Di samping tubuh sehat karena beraktivitas, anak-anak dapat bonus pendidikan karakter. Itu jadi semangat kami,” cetusnya.
Rencananya, Komunitas Hong juga bakal keliling ke 27 kota kabupaten di Jabar. Itu dalam rangka mempopulerkan kembali berbagai permainan tradisional itu.
Komunitas Hong berinovasi dalam upaya mengkampanyekan permainan tradisional itu. Salah satunya dengan mengembangkan permainan anak jadi alat peraga pendidikan hingga permainan berbasis pencegahan kekerasan anak.
