Di tempat yang sama, Ketua DPD ASITA Jawa Barat, Daniel G. Nugraha berharap, inisiatif aksi tanam pohon dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian alam. Terlebih bagi para pengusaha pariwisata.
”Kita memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman pohon ini bukan hanya simbol kepedulian, tetapi juga langkah konkret dalam menjaga sumber daya alam yang menjadi bagian dari daya tarik wisata di Jawa Barat,” tuturnya.
Dia juga berharap jika program penanaman pohon di wilayah Hulu Sungai Cikapundung dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Baca Juga:Lawry’s The Prime Rib Indonesia: Restoran Terbaik untuk Romantic Dinner’Mudik Aman Keluarga Nyaman’, Polres Cimahi Berangkatkan 160 Warga Mudik Gratis
”Kami berharap, dengan penanaman pohon dapat mengurangi risiko erosi tanah, meningkatkan daya serap air tanah, serta menciptakan habitat yang lebih sehat bagi flora dan fauna di sekitar,” terangnya.
Sementara itu, jenis pohon yang ditanam di antaranya pohon-pohon keras seperti Mahoni, Rasamala, Cengkeh, Kayu Manis, Jabon dan Nangka.
”Jenis-jenis pohon itu memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat sehingga kami berharap masyarakat bisa ikut menjaganya,” ungkap Daniel.
Dia mengatakan bahwa setiap pengusaha pariwisata ingin menciptakan hal positif dan bukan mau mengeksploitasi alam.
”Adanya sinergi antara sektor pariwisata, komunitas, dan masyarakat setempat, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dapat menciptakan perubahan yang lebih baik bagi lingkungan dan keberlanjutan alam,” pungkasnya. (bbs)
