Dishub Kabupaten Bandung Sebut Jalur Alternatif Cijapati Belum Bisa Digunakan untuk Mudik 2025, Ini Alasannya!

Para pengendara motor yang melewati Jalur alternatif Cijapati perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Foto Agi / Jabar Ekspres
Para pengendara motor yang melewati Jalur alternatif Cijapati perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Foto Agi / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, biasanya para pengendara akan mencari jalur alternatif jika ruas jalan utama mengalami kepadatan.

Salah satu jalur alternatif yakni jalur Cijapati yang menghubungkan antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.

Namun pada mudik kali ini, Jalur alternatif Cijapati belum layak untuk digunakan, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Hilman Kadar.

Baca Juga:Perdana Tampil di Ciamis, Wali Band Tutup Gelaran Coklat Kita Ngabuburit 2025 dengan Penuh PesonaPokwan DPRD dan PFI Bogor Gelar Buka Bersama Santri Tunanetra Yayasan Nurul Qolbi

Hilman menambahkan, tidak rekomendasinya jalan itu juga melihat kontur jalan yang agak mengkhawatirkan. Terlebih untuk para pemudik yang baru melintas ke jalur tersebut.

“Sehingga agak kurang recommend kemarin oleh polresta. Makanya akan kita survei kembali, karena bagaimanapun kita harus ada jalur alternatif, apabila ada stagnasi dalam sebuah tempat atau lokasi ya,” jelasnya.

Di sisi lain, Hilman menuturkan pihaknya pun sudah menyiapkan 268 personel untuk menempati 10 posko yang sudah disiapkan dengan 1 posko induk di Nagreg dan sembilan posko pam yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

“Contohnya di Nagreg, di Cikaledong, di Cileunyi juga ada, di Pacira juga ada, Pangalengan juga ada sampai di lokasi jalan alternatif. Itu sudah kita tempatkan posko posko sehingga untuk memudahkan kami berkoordinasi, apabila ada sesuatu sesuatu hal yang perlu kita intervensi bersama-sama dengan pihak kepolisian,” tutupnya.

0 Komentar