JABAR EKSPRES – Film drama Indonesia terbaru berjudul Surga di Telapak Kaki Bapak siap menyambut Lebaran dengan kisah yang mengangkat tema kehilangan dan kekuatan keluarga setelah ditinggal seorang ibu. Film ini berasal dari lomba menulis skrip film pada tahun 2022 yang diadakan oleh Kwikku dan Falcon Pictures, yang berhasil berkembang menjadi karya mendalam yang menyentuh emosi penonton.
Dalam sebuah diskusi yang dihadiri oleh para pemain dan pembuat film pada Senin lalu, terungkap bahwa ide cerita berawal dari pengamatan terhadap percakapan dan pengalaman orang lain, serta refleksi pribadi mengenai kehilangan. Meskipun film ini tidak sepenuhnya diangkat dari pengalaman pribadi, namun banyak elemen yang terinspirasi dari berbagai sumber.
“Kami ingin mengangkat tema kehilangan dan bagaimana sebuah keluarga beradaptasi menghadapinya,” ujar Ari Keling, penulis cerita, di kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dikutip dari ANTARA.
Baca Juga:Gugur Saat Penggerebekan Judi Sabung Ayam di Way Kanan, 3 Jenazah Polisi Diautopsi17-21 Maret 2025, Ayo ke Balkot Ramadhan Fest 2025!
“Kisah ini bukan hanya tentang kesedihan, tetapi juga tentang bagaimana kita menemukan kekuatan untuk terus berjalan,” tambah sutradara Eman Pradipta.
Proses pemilihan pemeran, terutama untuk karakter “bapak”, melibatkan diskusi panjang dan beberapa kejutan. Pembuat film berharap bisa menemukan aktor yang mampu menampilkan kesedihan dengan ekspresi minimal. Surya Saputra akhirnya terpilih untuk peran tersebut. Selain Surya, film ini juga dibintangi oleh Muzakki Ramdhan dan Claresta Taufan yang memerankan karakter kakak dan adik.
Naskah film ditulis dengan cermat, dan proses “reading” serta syuting menjadi momen penting untuk menggali rasa dan emosi para pemain. “Kami merasa tertantang dan tergerak oleh naskah yang sederhana namun sarat emosi. Proses syuting menjadi pengalaman yang mendalam bagi kami,” ujar Surya.
Film ini diharapkan dapat menjadi pengingat tentang pentingnya saling mengerti dan mendukung dalam keluarga. Pembuat film berharap penonton dapat merasakan emosi yang disampaikan dan mengambil hikmah dari cerita yang ditawarkan.
“Kami ingin film ini dapat menyentuh hati penonton dan memberikan refleksi tentang arti keluarga dan kehilangan,” ungkap Surya. “Semoga film ini dapat memberikan dampak positif dan menginspirasi penonton untuk menghargai hubungan keluarga.”
