Ia menambahkan, berdasarkan prediksi BMKG, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung dari 10 hingga 25 Maret 2025. Cuaca ekstrem ini hampir merata di seluruh wilayah Jawa dan sebagian Sumatera.
“Di sebagian wilayah di Jawa Barat akan mengalami tingkat lebatnya hujan yang lebih dari wilayah lain,” ungkapnya.
Andy juga memaparkan, kawasan Melong sering mengalami luapan saluran air. Bahkan, terdapat kejadian TPT yang rubuh akibat derasnya arus sungai di kawasan Sasak Golkar.
Baca Juga:Bimax Banjar Berbagi Kebahagiaan, Santuni 30 Anak Yatim di Bulan RamadanBupati Ciamis Tekankan Penataan Pasar Pasca Kebakaran, Kios Baru Diharapkan Tuntas Sebelum Lebaran
Berdasarkan data BPBD Cimahi, jumlah warga terdampak di RW 02, Kelurahan Melong, terdiri atas 43 lansia, 1.140 orang dewasa, 292 anak di atas 5 tahun, dan 25 balita.
“Secara keseluruhan, di daerah Melong ini ada sekitar 500 kepala keluarga dengan total 1.500 jiwa yang terdampak,” ujar Andy.
Terkait kerusakan, Andy menyebut bahwa dampaknya masih dalam kategori ringan hingga sedang, meskipun ada bagian yang mengalami kerusakan berat, seperti TPT yang roboh.
“Persentase kerusakan banjir di Melong masih dalam kategori ringan. Dampaknya berupa kotoran dan material banjir yang membawa lumpur. Tapi untuk TPT, itu tergolong kerusakan berat,” jelasnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Cimahi telah menurunkan logistik bantuan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan balita.
“Hingga kini, BPBD Cimahi sudah menurunkan logistik, karena di sini ada lansia dan balita, jadi kita drop kan bantuan khusus,” tutup Andy.(mong)
