Dewan Dorong Evaluasi Kerja Sama Pengelolan Aset BOT, Ada Hotel Pullman hingga Lapangan Golf

Ilustrasi Hotel Pullman dan Ibis yang berdiri megah di depan Gedung Sate.
Ilustrasi Hotel Pullman dan Ibis yang berdiri megah di depan Gedung Sate.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota DPRD Jabar Sugianto Nangolah mendorong untuk evaluasi terhadap sejumlah aset milik Pemprov Jabar yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Termasuk dalam skema Build Operate Transfer (BOT).

Sugianto menuturkan, aset tersebut bisa menjadi salah satu instrumen yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Karena itu pengelolaannya juga harus berjalan dengan baik.

Apalagi, aset Pemprov Jabar tercatat tidak sedikit. “Ini kalau tak dioptimalkan maka pendapatan juga terbatas,” katanya.

Baca Juga:Pendaftaran Calon Pimpinan Baznas Kota Banjar 2025-2030 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!Imbas Temuan Dua Tempat Hiburan Malam Beroperasi, Satpol PP Kota Bandung Terus Berpatroli

Sementara itu berdasarkan data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun anggaran 2023, nilai Aset Tetap yang dimiliki Pemprov Jabar per 31 Desember 2023 tembus di angka Rp28,695 triliun.

Adapun rinciannya, berupa tanah senilai Rp12,742 triliun; peralatan dan mesin senilai Rp9,219 triliun; gedung dan bangunan Rp11,757 triliun; jalan, irigasi dan jaringan Rp11,792 triliun; aset tetap lainnya Rp1,538 triliun; konstruksi dalam pengerjaan Rp302,7 miliar; dan akumulasi penyusutan senilai Rp18,658 triliun.

Lalu aset Lapangan Golf Bertaraf Internasional di Desa Cibeusi, Cileles dan Sayang Kecamatan Jatinangor. Lahan seluas 126,4 hektar itu dikerjasamakan dengan PT Langen Kridha Pratyangga dengan kontrak 30 tahun atau sampai 2046. Tercatat setoran pada 2023 ada di angka Rp3,106 miliar.

0 Komentar