Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Tagog Padalarang, U Koswara (56), tak mengetahui adanya takaran MinyaKita disunat oleh pihak produksi.
Selama ini dirinya hanya menerima dan menjual minyak goreng bersubsidi itu dari distributor. “Saya gak tahu kalau ini disunat, selama ini hanya jual saja. Tapi sebenarnya masyarakat tetap banyak beli karena mungkin murah,” tandas Koswara. (Wit)
