Resapan Air Minim Akibat Alih Fungsi Lahan, DLH Cimahi perkuat Penghijauan

Penanaman Pohon Bambu di Kawasan Cireundeu. (Mong / Jabar Ekspres)
Penanaman Pohon Bambu di Kawasan Cireundeu. (Mong / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Minimnya lahan hijau di Kota Cimahi akibat keterbatasan lahan dan alih fungsi kawasan membuat ruang terbuka hijau serta area resapan air semakin berkurang. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, terutama di musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi seperti saat ini.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menyoroti pentingnya lahan resapan air dan penanaman pohon sebagai upaya mitigasi bencana.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan, menjelaskan bahwa aliran air di Cimahi umumnya mengalir dari wilayah utara, khususnya Cipageran, menuju bagian bawah kota.

Baca Juga:Terkait Kasus Korupsi Pertamina, DPR RI Minta Pertanggungjawaban Erick ThohirBantah Dokumen Kasus Minyak Mentah Bocor, Begini Kata Kejagung!

Oleh karena itu, penanaman pohon di kawasan tersebut menjadi prioritas sebagai penahan air.

Oleh karena itu, pihaknya menggandeng berbagai komunitas untuk melakukan penanaman pohon secara rutin setiap Jumat, dengan target sekitar sepuluh pohon per minggu.

“Kami juga berinisiatif mengadakan penanaman pohon di akhir tahun dengan melibatkan komunitas,” tambahnya.

Namun demikian, saat ini DLH Cimahi masih memprioritaskan penanaman pohon di wilayah utara, mengingat kawasan tersebut memiliki potensi besar dalam menyumbang banjir ke daerah bawah.

“Salah satu kendala utama adalah menghadapi pemilik lahan pribadi yang sulit mengubah pola pikir mereka terkait pentingnya menjaga lahan resapan,” ungkapnya.

Agus berharap gubernur terpilih nantinya dapat mengintegrasikan kebijakan antara Pemkot Cimahi dan KBB dalam penanganan banjir, terutama di wilayah utara seperti Parongpong dan Cisarua.

0 Komentar