Imbas Larangan Study Tour, PAD Bandung Barat Terancam Merosot

Taman Wisata Grafika Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dok Instagram officialgrafika
Taman Wisata Grafika Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dok Instagram officialgrafika
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Larangan karyawisata atau study tour oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuat para pelaku wisata di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpukul.

Kondisi ini pun menjadi perhatian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Disparbud Kabupaten Bandung Barat Panji Hernawan mengajak pelaku wisata dan usaha khususnya di wilayah Lembang untuk berbenah. Salah satunya tidak mengandalkan sepenuhnya pada karyawisata atau study tour sekolah.

Baca Juga:Pesan Sudarsono-Supriana dalam Sertijab Paripurna DPRD BanjarDiskar PB Sambut Positif Soal Bakal Hadirnya BPBD di Kota Bandung

“Kami mengajak semua pelaku wisata dan usaha untuk mencari strategi baru. Memang selama ini pelaku usaha hanya mengandalkan usahanya dari kunjungan karyawisata, tetapi hal ini perlu kita carikan solusi bersama,” kata Panji saat dikonfirmasi, Rabu (5/3/2025).

Panji meminta para pelaku wisata dan usaha mencermati kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jabar. Terutama kata dia, pembatasan study tour dalam konteks wisata edukasi.

“Kalau bicara kebijakan, tentu itu merupakan keputusan pimpinan yang harus dilaksanakan. Namun, dalam hal ini, study tour memiliki cakupan yang luas. Jika yang dibatasi adalah study tour dengan tujuan wisata edukasi, maka batasannya harus dipertimbangkan dengan jelas,” paparnya.

Menurutnya, dengan adanya kebijakan itu di Jabar, bukan hanya Bandung Barat saja yang terdampak. Namun wilayah lain pun yang mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari wisata turut berdampak.

Karena itu, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Berbagai Pemprov Jawa Barat terkait kebijakan baru tersebut.

“Kami akan mencoba berkoordinasi dengan pimpinan. Karena sampai saat ini PAD Bandung Barat itu cukup besar dari wisata,” katanya.

Meskipun kebijakan ini menimbulkan berbagai tantangan, Panji Hernawan berharap ada solusi yang dapat menjaga keseimbangan antara regulasi pemerintah dan keberlangsungan industri pariwisata.

Baca Juga:BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Jabar hingga 3 Hari KedepanKerusakan Ekologis di Puncak Bogor Capai 65 Persen, Walhi Jabar Sebut Alih Fungsi Lahan Banyak Terjadi di Kawasan PTPN VIII

“Kami berharap Bandung Barat tetap menjadi magnet bagi wisatawan. Jangan sampai orang hanya melewati daerah ini tanpa singgah. Padahal, potensi wisatanya luar biasa, dengan ikon wisata yang besar dan akses transportasi yang semakin berkembang, seperti Whoosh dan Bandara Kertajati,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar