JABAR EKSPRES – Direktur Eksekutif Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) Indra Purnama turut merespon hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilkada di Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan berlangsung juga belum bisa ditebak secara gamblang. Indra menerangkan, putusan MK yang salah satunya mendiskualifikasi Ade Sugianto juga bukan sepenuhnya bentuk kesalahan dari KPU ataupun Bawaslu. “KPU ataupun Bawaslu Tasikmalaya juga tidak bisa seutuhnya dikatakan kecolongan,” katanya, Selasa (25/2/2025).
Kini MK telah memutuskan bahwa Pilkada di Kabupaten Tasikmalaya itu harus diulang. Keputusan itu tentu menjadi angin segar bagi pihak lawan dan jadi kabar buruk bagi pasangan Ade Sugianto.
Baca Juga:Ini Alasan Polri Tahan 4 Tersangka Kasus Pagar Laut Tangerang!Percepat Pembangunan di Daerah, Menkeu Dorong Inovasi Pembiayaan Lewat Hal Ini!
Sehingga ketika pilkada diulang, maka kemenangan bisa tetap berpihak pada gerbong yang mengusung Ade Sugianto – Iip Miptahul Paoz. Namun juga sebaliknya jika tokoh pengganti tidak sekuat Ade Sugianto maka kemenangan akan sirna. Itu akan menjadi angin segar bagi gerbong politik lain.
Indra melanjutkan, partisipasi pemilih dalam PSU itu juga perlu menjadi perhatian serius. Bisa jadi partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS bisa berkurang drastis.
