JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana tegas untuk mengatasi masalah geng motor, balap liar, dan premanisme di wilayahnya.
Dedi menyebut, mereka yang terlibat dalam kegiatan negatif tersebut akan dikenakan wajib militer sebagai bagian dari upaya membentuk karakter bela negara.
“Saya juga ingin memasukkan kurikulum wajib militer ke pendidikan SMA untuk memperkuat pembentukan karakter,” ujar Dedi baru-baru ini.
Guna merealisasikan hal tersebut, orang nomor satu di Jawa Barat ini akan bekerja sama dengan Kodam dan Polda Jabar.
Selain itu, ia juga memaparkan perubahan anggaran di Jawa Barat untuk sektor pendidikan.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Akan Ubah Minibus Kendaraan Dinas Gubernur Jadi Mobil Rumah Sakit
Dedi berencana untuk mengalihkan anggaran belanja yang sebelumnya tidak penting menjadi lebih bermanfaat, salah satunya untuk pembangunan ruang kelas SMA.
Pemprov Jabar juga akan mengalokasikan dana untuk pembebasan tanah guna pembangunan sekolah.
Menurut Dedi, dengan penghitungan anggaran terbaru, dana yang dapat dialihkan per 19 Februari 2025 mencapai Rp 5,5 triliun.
“Kami berencana untuk mengubah anggaran belanja hura-hura menjadi lebih bermanfaat, dan semoga dalam dua hari ke depan bisa mencapai Rp 6 triliun,” jelasnya.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun lebih dari 3.300 ruang kelas baru di SMA di Jawa Barat, dengan total anggaran sekitar Rp 1,2 triliun.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Resmi Jabat Gubernur Jawa Barat, Fokus pada Infrastruktur dan Realokasi Anggaran
Pemerintah provinsi juga menargetkan penyelesaian pembangunan sekolah baru serta pembebasan tanah untuk pembangunan sekolah dalam dua tahun mendatang, dengan anggaran sebesar Rp 4,2 triliun.