JABAR EKSPRES – Keberadaan minyak goreng kemasan ekonomis atau dikenal dengan Minyakita sekarang kondisinya sudah semakin susah didapatkan dipasaran.
Kalaupun ada harga Minyakita dijual sudah melebihi Harga Eceran Tetap ( HET ) sebesar Rp 15 700. Masyarakat sepertinya sangat sulit mendapat harga Minyakita sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Staf Ahli Menteri Perdagangan Tommy Andana mengakui, rata-rata harga minyak kita pada Januari 2025 sudah menacapai Rp17.389 per liter.
Baca Juga:Huawei Mate XT Ultimate, Ponsel Lipat Tiga Pertama di Dunia Dibandrol Harga Rp 80 Jutaan?AWS Besama PJI Terus Kembangkan SDM Indonesia untuk Hadapi Era Digitalisasi
Kenaikan harga ini diikuti juga oleh minyak goreng curah yang telah menembus Rp17.735 per liter. Sedangnkan minyak goreng kemasan premium rata-rata harganya Rp22.138 per liter.
Tommy mengaku, kenaikan harga minyak goreng ini sudah menjadi perhatian serius kementerian perdagangan. Sebab, di Indonesia, konsumsi minyak goreng sangat tinggi.
Menurutnya, kelangkaan minyak goreng kemasan ekonomis di pasar tradisionla mapun di supermarket menjadi tanda tanya besar.
‘’Ini masalahnya minyak goreng jenis lain tersedia dan mencukupi,” ujar Tommy ketika berbicara pada rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, dikutip, Jumat (21/2/2025).
Tommy mengatakan, berdasarkan realisasi Domestic Market Obligation (DMO) produksi Minyakita mencapai 213.988 ton per bulan, sedangkan tingkat kebutuhan minyakita dan curah per bulan mencapai 170.000 ton per bulan.
‘’Artinya, stok yang ada melebihi kebutuhan nasional hingga 125 persen,’’ cetus Tommy.
Pada Januari 2025 ini realisasi DMO telah mencapai 130.903 ton dimana semua DMO di fokuskan dalam bentuk minyak goreng kemasan ekonomis.
Baca Juga:Pangalengan Track Race 2025 Berikan Tantangan Ketahanan Fisik dan Mental Para PelariGIBAS Siap Jaga Kondusifitas Jelang Pelantikan Gubernur Jabar
‘’Jadi seharusnya secara logika dengan pasokan yang melimpah ini, harga Minyakitastabil di bawah HET. Namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya,’’ ujar Tommy.
Kondisi ini, lanjutnya sangat disayangkan. Untuk itu Kementerian perdagangan akan teus berupaya untuk menurunkan dan mengendalikan harga minyakita di semua daerah sesuai dengan HET.
