“Kemarin itu di luar kontrol kami, mereka tidak menginformasikan penggunaan sajam tadi,” jelas Ridwan.
“Bentuk asli properti yang digunakan adalah gunting asli, dan itu semua pure adalah kecelakaan tunggal bukan seperti yang simpang siur selama ini seperti perkelahian dan penusukan,” tambahnya.
Ia menyebutkan pertunjukan teater ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya yang dinantikan para siswa kelas tiga. Kegiatan ini termasuk dalam ujian akhir sekolah (UAS) mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Baca Juga:Dukung Efektifitas BRT Urai Kemacetan, 34 Halte Bakal Dibangun di Kota BandungBencana Longsor Landa Kabupaten Ciamis, BPBD Lakukan Ini!
“Untuk pentas ini disaksikan oleh semua siswa, karena setiap angkatan harus mengetahui dan dilaksanakan di tengah lapang,” katanya.
Lebih lanjut Ridwan mengungkapkan sosok MR merupakan siswa yang baik dan ramah. Dalam kesehariannya ia selalu terlihat ceria.
“Almarhum adalah siswa yg baik dan ramah, dan memang saat kejadian itu terlihat sangat ceria sekali. Saya meluruskan tidak ada kesurupan massal, tetapi reaksi anak anak yang histeris karena mendengar berita duka,” tandas Ridwan.
Sementara itu, Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat (KCD VI), Erlindia mengatakan komitmen Disdik Jawa Barat dalam hal kegiatan di sekolah adalah mengutamakan keselamatan siswa. Namun menurutnya musibah ini diluar prediksi pihaknya.
“Kami sangat sedih dan terkejut dengan meninggalnya siswa kami. Kami turut berdukacita bagi keluarga yang ditinggalkan. Mudah-mudahan almarhum diterima iman Islamnya. Saat ini kami beserta pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya saat ditemui.
Menurutnya, hari ini kegiatan belajar di SMK Dharma Pertiwi untuk sementara diliburkan. Hal ini berkaitan dengan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Terkait pertunjukan teater itu, ia menyampaikan akan melakukan evaluasi. Jika diharuskan, pihaknya akan menghentikan kegiatan tersebut.
“Seperti yang disebutkan kami akan menelaah lagi program-program tahunan. Terkait dengan siswa harus kami tinjau ulang. Kami harus berhati-hati agar program tersebut ketika diimplementasikan tidak lagi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kami akan mendampingi sekolah dalam menyusun program,” kata Erlindia.
Baca Juga:Serahkan Ijazah yang Nunggak, SMA Swasta di Jabar Minta BPMU NaikSeorang Pria Tewas Gantung Diri di Sebuah Pohon di Kota Bandung, Polisi Dalami Penyelidikan!
“Tapi sebelum ada peristiwa meninggalnya siswa, kegiatan ini momen yang ditunggu-tunggu oleh siswa setiap tahunnya. Ini ajang apresiasi mereka pada saat detik-detik terakhir mereka bersekolah. Memang ini program tahunan. Maka dari itu saya dari pengawas pembina akan meninjau ulang program tersebut terkait musibah yang terjadi,” tandasnya.
