JABAR EKSPRES – Gubernur DKI Jakarta terpilih untuk periode 2025-2029, Pramono Anung, menegaskan bahwa ia tidak ingin dibedakan dengan kepala daerah lainnya.
Hal tersebut disampaikan menjelang pelantikannya di Istana Kepresidenan.
“Saya mencoba untuk tidak dibedakan,” kata Pramono kepada wartawan di kediamannya di Jakarta Selatan, Kamis dikutip dari ANTARA.
Pramono mengungkapkan bahwa saat menjalani gladi resik pada Rabu (19/2) lalu, itu menjadi momen pertama kalinya kembali ke Istana setelah tiga bulan. Ia juga menceritakan pengalaman baris-berbaris bersama Rano Karno dan kepala daerah lainnya yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
“Saya mengikuti proses yang ada, termasuk dalam latihan baris-berbaris yang mungkin tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ujar Pramono.
Latihan tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan karena diguyur hujan, menciptakan suasana kebersamaan di antara para peserta.
Sebanyak 961 kepala daerah, yang terdiri dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota, dilantik dalam satu rangkaian prosesi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis.
Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang akan mengambil sumpah jabatan para kepala daerah terpilih.
Pelantikan kepala daerah serentak ini dianggap sebagai momen bersejarah, yang mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk menciptakan pemerintahan daerah yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Setelah pelantikan, para kepala daerah terpilih akan mengikuti retret atau pembekalan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, dari 21 hingga 28 Februari 2025.