Bandung Barat Punya Pemimpin Baru, Ini Harapan Tokoh Pemekaran hingga Masyarakat

JABAR EKSPRES – Tokoh pemekaran Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyoroti hadirnya tim transisi pasangan bupati dan wakil bupati terpilih Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail.

Ia berharap kehadiran tim transisi serta pasangan bupati dan wakil bupati Kabupaten Bandung Barat dapat menjalin komunikasi publik, sehingga arah pembangunan yang sudah dirancang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Hadirnya tim transisi dengan tujuan menyelaraskan visi-misi dan program kerja kepala daerah terpilih ke dalam RPJMD. Karena itu kinerja tim harus bisa menampung seluas-luasnya masukan warga Bandung Barat tentang arah pembangunan,” ujar Ketua Komite Pemekaran Kabupaten Bandung Barat (KPKBB), H Zaenal Abidin, saat dikonfirmasi, Rabu (19/2).

Komunikasi publik dikatakan Zaenal, seharusnya menjadi langkah awal tim transisi menampung aspirasi dari berbagai elemen. Sehingga, aspirasi publik bisa terakomodasi dan peralihan kekuasaan bisa berjalan lancar.

“Saya yakin kalau komunikasi dengan semua pihak terjalin, pemerintah tak akan berat saat bekerja. Karena ada banyak pihak yang bakal membantu, jadi gak sendirian,” tambahnya.

BACA JUGA: Upaya Pemkab Bandung Barat Tingkatkan Skor IPLM Melalui Ferstival Literasi

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Sukamulya, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, KBB, Salsabila (28) berharap Jeje-Asep Ismail membuka warna baru, dengan berbagai program yang bisa memajukan Kabupaten Bandung Barat.

“Saya harap Jeje bisa membuktikan integritasnya dalam memimpin Bandung Barat, meskipun berprofesi sebagai artis. Yang paling penting jangan sampai terjerumus terhadap praktik korupsi seperti beberapa pemimpin daerah sebelumnya,” kata Salsa saat ditemui.

Lain halnya dengan Anisa (37) asal Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, KBB. Ia mengingatkan Jeje-Asep untuk bekerja melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Menyentuh berbagai kalangan mulai dari petani, buruh pabrik, ibu rumah tangga dan lagi. Agar bisa menjalankan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Menyesuaikan aja apa yang dibutuhkan masyarakat. Tapi menurut saya yang paling dibutuhkan di KBB lapangan pekerjaan. Karena saya tahu tingkat pengangguran di KBB cukup tinggi. Termasuk suami saya sangat kesulitan mencari kerja. Akhirnya memanfaatkan peluang yang ada yakni sebagai tukang ojek online,” kata Anisa.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan