Upaya Pemkab Bandung Barat Tingkatkan Skor IPLM Melalui Ferstival Literasi

JABAR EKSPRES – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut rata-rata minat baca masyarakat Bandung Barat masih rendah.

Rendahnya minat baca masyarakat Bandung Barat berdasarkan data dari perpustakaan nasional (Perpusnas) tahun 2024.

Dari data Perpusnas, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kabupaten Bandung Barat memiliki penilaian 60. Angka tersebut masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Barat yang harusnya mencapai nilai 73.

Ironisnya, dari sisi infrastruktur pendukung membaca, wilayah Bandung Barat sendiri sebenarnya lebih baik jika dibandingkan dengan daerah lain.

Sebab, berbagai program sejak 2019 lalu sudah mulai dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat diantaranya, Kotak Literasi Cerdas (Kolocer), Gerakan Mari Kita Antar Jemput Buku, serta Perpusdes yang tersebar di 165 desa.

“Kita akui antusias minat baca masyarakat berkurang. Namun jika melihat dari data, Bandung Barat menunjukan adanya peningkatan dan perubahan ke arah yang lebih baik,” kata Kepala DPAD Bandung Barat, Hari Partomo, Selasa (18/2/2025).

BACA JUGA: Dilanda Darurat Sampah, Pemkab Bandung Barat Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk TPS Sementara

Dikatakan Hari, DPAD melalui Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) saat ini terus melalukan upaya dalam meningkatkan minat baca warganya. Salah satunya dengan menggelar Festival Literasi dan Bursa Buku Murah di Bale Pare Kotabaru Parahyangan.

“Berbagai program telah kami sediakan, nah untuk mematik kembali minat baca terutama pada anak dari sejak dini kami menggelar festival literasi dan buku murah. Acara ini digelar dari tanggal 17 hingga 21 Februari 2025,” paparnya.

“Target IPLM KBB paling tidak sejajar dengan tingkat Jabar. Tapi untuk mewujudkan target itu memang bukan hal mudah. Namun Pemkab Bandung Barat akan melakukan upaya-upaya maksimal,” sambungnya.

Ia menambahkan, selain menggelar Festival Literasi dan Buku Murah, pihaknya juga bakal optimalkan program baru lainnya, seperti sarana perpustakaan terbuka atau yang biasa dikenal dengan nama Esputer.

Program Esputer ini untuk memfasilitasi pembaca yang berada di sekitar cafe-cafe. Selain itu, masyarakat bisa membaca buku yang disediakan DPAD di dalam cafe.

BACA JUGA: DPRD Bandung Barat Soroti Persoalan Sampah, Desak Pemprov Jabar Tambah Ritase

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan