“Di hari pertama, peserta akan menikmati keindahan alam dengan mengunjungi Jembatan Rengganis dan Nimo Jungle, dilanjutkan dengan Welcome Dinner di Sindang Reret di Kecamatan Ciwidey,” ujar Vena.
Hari kedua, peserta akan mengunjungi Kebun Tanaman Obat (KTO) Sari Alam Ciwidey yang merupakan kawasan tanaman obat dan klinik herbal, dilanjut menyusuri keindahan rute Ciwidey – Pangalengan via Gambung.
“Tidak sampai di sana, adrenalin peserta pun akan ditantang di atas perahu karet atau berarung jeram menyusuri Sungai Palayangan, dilanjut makan siang di K’Mount dan diakhiri dengan menikmati matahari terbenam di Nimo Highland Kecamatan Pangalengan. Sedangkan di hari terakhir, peserta akan menikmati indahnya matahari terbit dari ketinggian,” tuturnya.
Baca Juga:Seorang Pria Diduga Tersesat di Gunung Manglayang Sumedang, Tim Rescue Kantor SAR Bandung Lakukan PencarianAplikasi Terbaik untuk Mencari Resep Masakan dan Berbagi Tips Memasak
Ditemui di tempat yang sama, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif – Ahli Muda Muhamad Sofiyurahman berpendapat, akses transportasi yang menunjang saat ini dapat menjadikan Kabupaten Bandung sebagai referensi destinasi bagi wisatawan mancanegara, khususnya Asean.
“Seperti kita ketahui, banyak sekali moda atau jalur yang dapat dipilih wisatawan. Ada BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat) di Kertajati Majalengka yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam ke Kabupaten Bandung dan KCIC (Kereta Cepat Jakarta Bandung) atau Whoosh yang hanya membutuhkan waktu 45 menit dari Ibu Kota,” tutup Mohem sapaan akrabnya.
