“Untuk tahun ini, memang hanya 47 band yang tampil termasuk 15 diantaranya merupakan band binaan kita. Dari sisi jumlah memang berkurang karena kita ingin mengefektifkan dari sisi waktu sehingga satu performers bisa tampil sekitar 30 menit, 7-8 lagu lah,” ujar Dany.
Selain mendapat animo positif dari muda-mudi Kota Kembang, gelaran Supermusic United Day 8 turut diapresiasi oleh para penampil di helatan tersebut.
Drummer grup band The Panturas, Surya Fikri alias Kuya menyebut, Hellprint atau Supermusic United Day 8 jadi gelaran yang paling dinanti-nanti oleh pihaknya. Terlebih, kesan positif kerap tercipta di konser yang diisi mayoritas grup band cadas.
Baca Juga:PKL Gedebage Ditertibkan, Paguyuban Pedagang Pasar: Momentum Tidak TepatTurunkan Angka Stunting, Program Sekolah Pranikah Jadi Jurus Pj Bupati Bogor
“Sudah dua kali kita tampil di acara ini dan yang pasti selalu seru tampil di Hellprint,” katanya, Minggu (26/1).
Pada gelaran ini, Grup Band asal Jatinangor tersebut sukses membawakan total 9 lagu hitsnya. Bahkan The Panturas turut membawakan album barunya yang kental dengan nuansa sunda yakni Galura Tropikalia.
“Bandung itu bagi kami sangat spesial, ini dermaga kami. Dari Bandung kita bisa perform ke seluruh Indonesia bahkan ke luar negeri. Dan pada perform pertama di tahun 2025 di Bandung, kita pun akan membawakan lagu di album terbaru kami yang bernuansa Sunda yakni Galura Tropikalia,” ucap Kuya.
Terhitung mulai pukul 09.00 hingga jelang tengah malam, muda-mudi Kota Kembang antusias menyaksikan konser Supermusic United Day 8. Bahkan, hujan yang turun dari sore hari tidak menyurutkan semangat penonton guna menyaksikan grup band kesayangannya. (Dam)
