“Kalau belanja mah itu saya di Pasar Caringin. Kalau bahan-bahan masih ada, kadang bisa sampai sore. Jadi dua kali belanja lah kalau sampai sore mah,” katanya.
Tedi menyebut jika dirinya mulai menjajakan rujak tersebut pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Tak hanya warga lokal saja yang datang. Para pembeli juga datang dari luar pulau untuk menikmati rujak ulek khasnya.
“Bukan warga sini aja, ada juga yang beli yang paling jauh itu pernah datang dari Pekanbaru, Riau, hingga Jakarta,” ucapnya.
Baca Juga:Ribuan Aset Bidang Tanah Milik Pemkab Bandung Barat Belum BersertifikatAkibat Permintaan Melonjak Saat Nataru, Minyakita Mulai Langka di Pasar Kota Bandung
“Dengan adanya viral ini Alhamdulillah jadi semakin berkah jualannya. Iya sehari rata-rata bisa dapet sekitar Rp 5 juta. Kalau perbulannya ya lumayan lah ada alhamdulillah. Soalnya sehari kita bisa jual sekitar 500 porsi mah ada, dan selalu habis,” jelasnya.
Ditambah, kata Tedi, rujak ulek buatannya mempunyai cita rasa dan khas sendiri sehingga banyak yang datang.
“Alhamdulilah bisa hidupin keluarga dan saudara juga terus ada juga tiga orang yang kerja disini ikut bantuin,” katanya.
Tedi juga berharap, usaha rujaknya terus ramai hingga bisa membuka cabang rujaknya di daerah lain.
“Semoga kedepannya semakin lancar jualannya. Kemudian keinginannya bisa mendapatkan tempat yang lebih layak. Pengennya buka cabang lagi, kalau rencana mah pengen di Kota Bandung,” pungkasnya.
