JABAR EKSPRES – Kota Bandung kembali menjadi sorotan terkait buruknya tata kelola perkotaan, khususnya dalam penanganan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung. Direktur Eksekutif WALHI Jawa Barat, Wahyudin Iwang, menyoroti minimnya langkah konkret dalam memperlakukan sungai sebagai bagian penting peradaban manusia.
“DAS Cikapundung harus diberi perlakuan khusus. Rumah-rumah seharusnya dihadapkan ke sungai agar tidak ada hak sungai yang terampas, baik oleh pemukiman maupun industri,” ujar Wahyudin kepada Jabar Ekspres, belum lama ini.
Selain soal pemukiman, Wahyudin juga mengkritik kurangnya upaya pemulihan lanskap di sepanjang DAS Cikapundung. Menurutnya, restorasi yang didukung dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah solusi yang mendesak. Saat ini, klaim pemerintah soal 14 persen RTH di Kota Bandung pun diragukan.
