JABAR EKSPRES – Terminal Cicaheum, Bandung, mencatat peningkatan jumlah penumpang yang signifikan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Lonjakan terutama terjadi pada jalur bus cepat malam tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan kenaikan berkisar 10 hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.
Komandan Regu Terminal Cicaheum, Erwyn Herliana, menyebut peningkatan penumpang mulai terlihat sejak 18 Desember 2024, awal periode libur Nataru, hingga 1 Januari 2025.
Baca Juga:Refleksi Akhir Tahun, Fraksi PPP DPRD Jabar Desak Merger BUMD yang Tidak ProduktifSepi Pengunjung, Pj Wali Kota Cimahi Wajibkan ASN Belanja di Pasar Tradisional
“Kenaikan paling tinggi terjadi pada Jumat, 20 Desember, dengan lonjakan 43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023,” kata Erwyn saat ditemui Jabar Ekspres di kantor Terminal Caheum, Jumat (27/12).
Pada hari itu, tercatat keberangkatan 92 bus dengan total 1.209 penumpang, dibandingkan 904 penumpang pada tahun sebelumnya.
Sementara puncak jumlah penumpang harian terjadi pada Selasa, 24 Desember, dengan keberangkatan 93 bus yang mengangkut 1.873 penumpang. Namun, angka ini justru mencatat penurunan sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2023.
Secara keseluruhan, hingga Kamis, 26 Desember 2024, total penumpang yang berangkat dari Terminal Caheum mencapai 11.091 orang, meningkat dari 10.679 orang pada periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan ini didominasi oleh trayek bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang melayani destinasi jarak jauh.
Ia memprediksi puncak lonjakan penumpang selanjutnya akan terjadi pada Minggu atau Senin mendatang.
Banyak masyarakat diperkirakan akan memanfaatkan sisa libur untuk bepergian ke berbagai destinasi menggunakan bus.
Baca Juga:Amunisi Tambahan Jelang Melawat ke Solo, Persib Siap Lanjutkan Tren KemenanganUPI Sebut Mahasiswi Tewas di Gedung Gymnasium Jatuh dari Lantai 2
Dengan lonjakan tersebut, Terminal Caheum terus berupaya menjaga kelancaran operasional dan kenyamanan penumpang selama masa liburan akhir tahun.
Koordinasi dengan operator bus dan pihak terkait juga ditingkatkan guna mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat.
“Kami telah menyiapkan 35 trayek yang terdiri atas bus AKAP dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Kami juga memantau data penjualan tiket online dan laporan harian operator bus untuk memastikan layanan berjalan lancar,” pungkasnya.
