Penganiayaan Driver dan Penumpang, Ojol Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku! 

JABAR EKSPRES – Kasus penganiayaan yang terjadi terhadap seorang pengendara ojek online (Ojol) bersama satu orang penumpang, di wilayah Kampung Pandan Wani, Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung jadi sorotan publik.

Pasalnya, penumpang yang menjadi korban kondisinya cukup kritis, selain terluka akibat terjatuh dari kendaraan motor yang sedang melaju, ternyata mengalami pendarahan hingga butuh donor darah.

Peristiwa itu pun membuat sejumlah pengendara Ojol marah dan menuntut pihak kepolisian, untuk secepatnya mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut.

BACA JUGA: Wakil Ketua Opang Stasiun Cimekar Sebut Tak Ada Gesekan dengan Ojol, Terduga Pelaku Masih Samar?

Perwakilan Ojol, Fian Sofyan mengatakan, mengenai identitas atau kejelasan terduga pelaku, pihaknya sampai saat ini masih belum mendapatkan informasi yang valid.

“Terkait siapa pelaku masih belum kita temukan, karena kita mengembalikan ke pihak kepolisian yang akan mengusut siapa pelakunya,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres di Polsek Cileunyi, Senin (23/12).

Sofyan menerangkan, pihaknya masih samar-samar alias belum mengetahui secara pasti, apakah terduga pelaku merupakan salah seorang anggota Opang Cimekar atau bukan.

“Kalau misalkan dikerucutkan pelakunya kepada Opang, ini bukan tupoksi kita, tapi biar kepolisian yang akan melakukan tugasnya,” terangnya.

Dia menegaskan, para massa aksi pengendara Ojol yang berkumpul ke Polsek Cileunyi, memberikan kepercayaan mereka kepada pihak kepolisian, untuk mengusut siapa pelakunya.

“Pak Wakapolresta juga sudah berjanji untuk mengusut siapa pelakunya. Adapun teman-teman di sini hanya sekadar untuk menuntut keinginan mereka juga,” tegasnya.

“Terutama terkait korban yang sampai saat ini masih berada di Rumah Sakit Al Islam, supaya hak-hak korban juga diberikan,” tambah Sofyan.

Dirinya mengaku, tidak bisa menyimpulkan apakah terduga pelaku itu dari pihak Opang atau bukan.

Akan tetapi, dari informasi yang berkembang, dinilai banyak sekali beredar rumor bahwa salah satu pelaku adalah pihak Opang, namun Sofyan tetap enggan menyimpulkan seperti itu.

“Kita menutup kemungkinan hoaks, jangan sampai ada hoaks bahwa pelakunya adalah pihak Opang,” bebernya.

Sofyan mengucapkan, pihaknya tetap melakukan koordinasi dan silaturahmi terhadap pihak Opang.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan