Achmad juga menyebut, pengembangan ekonomi kreatif Cimahi tak hanya terbatas pada animasi, tetapi juga mencakup sektor lain seperti makanan, minuman, fashion, dan desain interior. Semua sektor ini diharapkan menjadi “gerbong” pendukung lokomotif animasi sebagai penggerak utama.
“Kami ingin rutin mengadakan kegiatan seperti Cimahi Creative Day atau Baros International Animation Festival untuk memperkuat branding Cimahi sebagai pusat animasi. Ini adalah cara untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia kita yang luar biasa,” ungkapnya.
Dengan konsistensi mengadakan agenda tahunan seperti Festival PutihAbu-Abu, Achmad berharap kreativitas pemuda Cimahi semakin meningkat.
Baca Juga:Pemkot Cimahi Percepat Program Rutilahu, Targetkan Tambah 500 Unit pada 2025Komisi II Dorong Program Makan Bergizi Libatkan UMKM dan Produk Lokal
“Semoga kreativitas ini menghasilkan karya yang bermanfaat, bahkan menguntungkan secara finansial, sehingga anak-anak kita menjadi generasi profesional yang mandiri,” pungkasnya. (Mong)
