JABAR EKSPRES – Jawa Barat kaya dengan budaya. Beberapa di antaranya juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa mendorong, WBTb itu bisa masuk kurikulum pendidikan. Itu juga sebagai upaya regenerasi dan pelestarian budaya.
Data Kemendikbud di periode sebelumnya mencatat bahwa ada 120 yang tercatat sebagai WBTb. Di antaranya, Kuda Renggong, Tari Topeng Cirebon, Ronggeng Gunung, Angklung, Iket Sunda, Sintren, hingga Wajit Cililin.
Salah satunya dengan masuk dalam kurikulum. Mulai dari tingkat sekolah dasar sampai SMA. “Kami sudah banyak membicarakan terkait WBTb masuk dalam kurikulum,” tuturnya.
Baca Juga:Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Pemkab Bandung Siapkan Rekrutmen PegawaiTebar 22 Ribu Benih Ikan di Situ Plaza Cibinong, Pemkab Bogor Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Hijau
Menurut Buky, WBTb perlu didaftarkan, didokumentasi hingga dicatat melalui berbagai sistem. Tujuannya agar berbagai karya budaya itu tidak hilang.
Tentunya, pelestarian budaya memang menjadi tantangan bersama. Pemerintah juga perlu hadir. Terutama perannya kepada para pelaku atau maestro kebudayaan. Tidak sedikit dari mereka sudah ada di usia lanjut. “Mereka sudah banyak yang sepuh. Kami khawatir tidak ada regenerasi atau upaya mewariskan ilmu ke generasi muda,” cetusnya.(son)
