Uji coba arus lalu lintas ini dilakukan di Simpang Tagog Padalarang, Simpang Cihaliwung, Simpang Orion Cihaliwung, Simpang Underpass, dan Jalan Raya Gedung Lima.
Kendaraan besar diarahkan untuk melintas di depan Pasar Tagog Padalarang dan masuk ke Jalan Raya Padalarang.
“Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengurangi konflik kemacetan lalu lintas di kawasan Padalarang. Padat tetap ada, tapi yang penting arusnya bergerak,” ujar Kepala Dishub Bandung Barat, Fauzan Azima, saat ditemui di lokasi.
Baca Juga:Terancam Ditinggal Olmo, Barcelona Bakal Kehilangan 51 Juta PoundsTok! Pemprov Jabar Resmi Tetapkan UMP 2025 Naik Sebesar 6,5 Persen
Kemudian, volume kendaraan di Jalan Cihaliwung saat ini dinilai meningkat atas aktivitas pergerakan di Stasiun Kereta Cepat dan Stasiun Padalarang.
“Untuk Jalan Cihaliwung diberlakukan dua arah, namun hanya untuk kendaraan-kendaraan kecil,” sebut Fauzan.
“Begitupun di Jalan Gedung Lima. Yang tadinya satu arah, sekarang jadi dua arah untuk kendaraan kecil,” tandasnya. (Wit)
