Korupsi Indonesia Jadi Citra Buruk Dunia, Akademisi Ini Sampaikan Pentingnya Pendidikan Antikorupsi

Dosen Antikorupsi Universitas Pakuan, Imani Satriani
Dosen Antikorupsi Universitas Pakuan, Imani Satriani
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dosen Antikorupsi Universitas Pakuan, Imani Satriani menjelaskan, kasus korupsi di Indonesia sudah berada pada titik sangat memprihatinkan. Sehingga, dampak ulah koruptor itu sudah terasa oleh kehidupan masyarakat.

“Bahkan sudah pada taraf menghancurkan kehidupan masyarakat yang seharusnya sejahtera dengan kekayaan alam yang melimpah,” kata dia, Senin 9 Desember 2024.

Pendidikan antikorupsi itu, lanjutnya, bukan hanya diperuntukkan bagi para pemangku kebijakan, tapi juga pada generasi penerus bangsa. Sehingga, di masa depan, para penerus ini akan berpikir betapa keji jika korupsi itu dilakukan oleh mereka.

Baca Juga:Farhan Erwin Berupaya Hilangkan Oposisi, Fungsi Pengawasan DPRD Bakal TersandraKontraknya Bersama Bayer Leverkusen akan Habis, Jonathan Tah Diburu Barcelona

“Hasil dari pembelajaran antikorupsi dapat membentuk budaya yang lebih bersih dan meminimalkan peluang korupsi, baik di sektor publik maupun swasta. Hal ini juga bisa meningkatkan rasa percaya diri masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara,” jelasnya.

Ia berpesan, korupsi bukan hanya permasalahan hukum, tetapi juga permasalahan moral dan sosial. Sehingga, kata dia, setiap kali seorang memilih untuk melakukan hal yang tidak jujur, maka tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga merusak integritas dan harga diri kita sendiri.

0 Komentar