Pada akhir perjalanan, Ourchetype akan memberimu kacamata baru dalam melihat bangunan Braga. Tak lagi sebuah pemandangan yang membangkitkan nostalgia, tetapi menjadi media untuk berkomunikasi ke dalam diri yang seringkali kita lewatkan dalam kehidupan yang serba cepat.
Pameran ini akan berlangsung dari tanggal 29 November 2024 – 01 Januari 2025 dengan harga tiket masuk GREY Art Gallery sebagai berikut:
● Senin – Kamis: Rp. 25.000
● Jum’at – Minggu dan Hari Libur Nasional: Rp. 35.000
Sejalan dengan tajuk “Pustaka Cita”, pengunjung yang datang akan menikmati pengalaman penjelajahan halaman demi halaman pencarian identitas diri secara kolektif pada karya-karya yang terpajang dan sekaligus melihatnya melalui penggambaran sejarah Braga dari awal mula terbentuk hingga perjalanannya yang tetap bisa populer pada masa kini.
Baca Juga:Langsung Cair Hari ini, Saldo DANA Gratis Rp45.000 Dari Promo Aplikasi iniTanpa Kumpulkan Poin, Daftar Langsung Cair Rp75 Ribu DANA Gratis
Dalam pameran ini, pengunjung membutuhkan ponsel sebagai alat yang menjembatani interaksi antara karya yang ada dan diri personal pengunjung. Karya-karya tersebut akan memberikan pertanyaan dan menuntun pengunjung dari ruang pameran awal hingga akhirnya pengunjung menemukan jawaban dari perjalanan tersebut di ruangan akhir.
“Kami melihat bahwa ternyata saat pengunjung datang ke sebuah pameran memiliki banyak ketertarikan, tapi ada mungkin yang hanya dilewati saja. Nah di situlah kami lihat bagaimana cara untuk membuat sebuah pameran itu pengunjungnya benar-benar menikmati literasi,” ungkap Abdulqodir selaku Creative Director dari Ourchetype.
Setidaknya, pengunjung akan melewati tujuh sesi ruang pameran yang juga akan meminta pengunjung untuk menuntaskan berbagai pertanyaan yang diberikan dengan berbagai cara pencarian, mulai dari membaca, mendengarkan, hingga menuliskan harapan.
Tak ada jawaban benar atau salah dari setiap pertanyaan yang diberikan. Semua jawaban tersebut nantinya akan menjadi rumusan dari pertanyaan yang lebih besar yang berkaitan tentang identitas diri dari pengunjung itu sendiri.
“Biasanya orang kalau datang ke sebuah pameran, orang yang akan mengapresiasi sebuah karya, di Ourchetype ini kita balik, biarkan karyanya yang mengapresiasi pengunjung. karena bisa jadi saat ini pengunjung itu butuh untuk mengenal diri mereka dulu baru mengenalkan dengan karya-karya seni lainnya,” tutur Abdulqodir. (*)
