JABAR EKSPRES – Jumlah kawasan rentan banjir atau titik-titik lokasi yang kerap dilanda genangan air pasca hujan di Kota Bandung, diklaim mengalami penurunan. Hal ini berdasarkan temuan terbaru Dinas Sumber Daya Alam dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung.
Kepala DSDABM Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengungkapkan bahwa masalah banjir menahun yang masih terjadi di kawasan Pasar Induk Gedebage. Namun, pihaknya mengklaim jumlah titik lokasi banjir lain kian menurun.
Dirinya melanjutkan, kawasan Cibaduyut tidak begitu sering dilanda banjir. Begitupun Citarip, tahun ini terkendali lantaran keberadaan mesin pompa air. Adapun di kawasan Gedebage, masih perlu penambahan kolam retensi.
Baca Juga:Minta Perangkat Daerah Serius Wujudkan Kesetaraan Gender, Ini Strategi Pj Bupati Bogor Perkuat Sinergitas Pengusaha dan Pemerintah, TDA Gelar Dialog Bersama Paslon Wali Kota Bogor
Penyebabnya diperparah lantaran curah hujan yang tinggi dan lebat. Dirinya menyebut itu sebagai fenomena banjir cileuncang. Fenomena itu merupakan peristiwa banjir yang masuk kategori tergenang, lantaran memiliki kriteria banjir lebih dari satu jam. Serta lebih dari 30 centimeter (cm).
Didi merinci, wilayah yang masuk kategori banjir merupakan lokasi dengan genangan air setinggi 60 meter dan lebih dari satu jam surut. Apabila diurutkan daerah yang paling sulit tertangani, Gedebage, Cibaduyut, dan terakhir masalah banjir di kawasan Citarip.
