Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muslimin Anwar mengungkapkan, pengembangan sektor pariwisata di Jawa Barat penting untuk peningkatan pendapatan asli daerah dan perekonomian. “Sekarang memang belum pulih sepenuhnya selepas pandemi Covid-19,” ujarnya dalam forum diskusi Jumat (4/10) lalu.
Untuk mendongkrak sektor pariwisata sebagai simpul ekonomi baru, pihaknya juga telah melakukan berbagai kegiatan. Misalnya melalui event West Java Tourism Talk (WJTT).
Sedikitnya telah 5 kali WJTT digelar selama 2024. Itu mengupas berbagai tema seputar pariwisata di Jawa Barat. Di volume 5 misalnya, kegiatan sengaja digelar di Situ Bagendit Kabupaten Garut. Itu juga untuk mempromosikan objek wisata itu kepada investor, termasuk kepada masyarakat umum. “Saat itu mengangkat tema pengembangan objek wisata berbasis air dan peran digitalisasi,” ujarnya.
Baca Juga:Keberagaman Budaya dan Potensi Ekowisata di Kampung Adat Cireundeu Jadi Sorotan Pj Gubernur JabarLogistik Pilkada Kabupaten Bandung Baru 35 Persen, Kotak dan Bilik Suara Alami Kerusakan
Guna menarik investor, Bank Indonesia Jawa Barat juga turut memberikan pendampingan dan fasilitasi terhadap penyusunan proyek investasi. Itu dalam kegiatan West Java Investment Challenge. Situ Bagendit juga keluar sebagai 5 proyek terbaik. “Itu kami dampingi untuk penyusunan feasibility study,” jelasnya.
Untuk menarik investor ke Jawa Barat, Bank Indonesia Jawa Barat juga memiliki event khusus yang sudah rutin digelar. Yakni West Java Investment Summit (WJIS). Seperti WJIS 2024 yang baru digelar Kamis (19/9) lalu. Sejumlah kesepakatan juga telah dihasilkan dalam event itu. Di antaranya kesepakatan antara Pemkab Sukabum dan CV Menata Citra Selaras terkait kerja sama peningkatan produktivitas dan hilirisasi beras senilai Rp 1,5 triliun. Hingga kesepakatan antara Anaab Pte. Ltd dari Uni Emirate Arab dengan Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang terkait proyek pengadaan air bersih untuk Kawasan Pelabuhan Patimban, zona industri, dan domestik senilai Rp 127 miliar.
Khusus desa wisata, Bank Indonesia juga turut memberikan pendamping. Contohnya di Desa Kaduela, Kabupaten Kuningan yang mengelola objek wisata Telaga Biru Cicerem.
Pengamat Sarankan Perbaikan Infrastruktur dan Tata Kelola
Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan Acuviarta Kartabi sependapat bahwa sektor pariwisata jadi sektor potensial untuk dikembangkan sebagai simpul ekonomi baru di Jawa Barat. Pengembangan itu butuh didukung perbaikan infrastruktur dan tata kelola.
