Ajang Kompetisi Sains Indonesia (AKSI) adalah sebuah kompetisi tingkat nasional yang mempertandingkan berbagai mata pelajaran, termasuk Biologi dan Kedokteran. Ashifa sendiri memilih untuk fokus pada bidang Biologi dan Kedokteran.
“Biologi itu sudah cukup familiar bagi saya, tapi untuk kedokteran, itu hal baru yang menantang,” kata gadis berparas ayu tersebut.
BACA JUGA: Komisi II DPR RI Setuju Atas Rancangan PKPU Terkait Penggunaan Sirekap di Pilkada 2024
Menurutnya, materi kedokteran jauh lebih luas daripada Biologi. Untuk mempelajari materi tersebut, Ashifa mendapatkan bantuan dari kakak kelas yang memiliki buku-buku tentang kedokteran.
“Kebetulan bukunya pakai bahasa Inggris, jadi sekalian melatih skill bahasa Inggris saya. Kalau ada arti yang nggak saya tahu, saya translate sendiri, dan saya juga belajar dari YouTube,” tambahnya dengan bangga.
Dari ratusan peserta dari seluruh Indonesia, Ashifa sempat merasakan tekanan yang besar. Namun, ia tetap maju dengan penuh keyakinan.
BACA JUGA: Tak Hanya Direktur Kementerian ESDM, KPK Periksa Nama-nama Berikut Terkait AGK
“Saya memberi pressure ke diri sendiri. Kalau orang lain saja bisa, saya juga harus bisa,” tegasnya.
Meski sempat merasa minder karena berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih berpengalaman, Ashifa tetap tenang menghadapi tantangan tersebut.
“Saya harus tenang, kalau panik pasti ngeblank. Yang penting saya sudah ikhtiar, tinggal berserah diri,” tuturnya sambil tersenyum.
BACA JUGA: Gantikan Asamawa Tosepu, Bey Machmudin Lantik Bachril Bahri Jadi Pj Bupati Bogor
Ke depannya, Ashifa bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI), dengan pilihan utama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
“Kalau pilihan kedua, saya ingin masuk Fakultas Kedokteran. Saya juga berencana mengambil beasiswa LPDP ke luar negeri,” pungkasnya penuh harapan. (Mong)