Petani Pangandaran Hadapi Tantangan Gagal Panen

Petani berupaya menyedot air sungai menggunakan pompa air dari Sungai Ciganjeng Kabupaten Pangandaran untuk mengairi sawah mereka yang teranvam gagal panen akibat kekeringan, Selasa 13 Agustus 2024. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
Petani berupaya menyedot air sungai menggunakan pompa air dari Sungai Ciganjeng Kabupaten Pangandaran untuk mengairi sawah mereka yang teranvam gagal panen akibat kekeringan, Selasa 13 Agustus 2024. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)Petani berupaya menyedot air sungai menggunakan pompa air dari Sungai Ciganjeng Kabupaten Pangandaran untuk mengairi sawah mereka yang teranvam gagal panen akibat kekeringan, Selasa 13 Agustus 2024. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Pengalihan air dari Sungai Ciganjeng dilakukan dengan menggunakan pompa, dan air tersebut disalurkan melalui irigasi ke setiap sawah di sepanjang jalur irigasi. “Saat ini kami menggunakan dua mesin pompa air,” tambahnya singkat.

Salah satu petani dari Desa Sindangwangi, Adang, juga menyatakan bahwa kebutuhan air sangat mendesak bagi petani yang telah melakukan penanaman.

“Air sangat dibutuhkan, terutama untuk sawah-sawah yang memerlukan banyak air. Kami berharap semua lahan dapat terairi dengan baik hingga masa panen tiba,” ujarnya penuh harap.

Baca Juga:Minimarket di Cileunyi Bandung Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 JutaPemkot Bandung Sorot PKL hingga Bangunan Liar di Sejumlah Titik Kota Kembang

Adang juga menyebutkan bahwa saat ini padi yang ditanam sudah memasuki fase bunting, di mana malai telah mulai keluar.

“Dengan adanya penyedotan air dari sungai dan penyaluran ke sawah, kami sangat terbantu. Kami berharap kondisi ini dapat bertahan hingga panen, dan tidak mengalami gagal panen,” ucapnya. (CEP)

0 Komentar