JABAR EKSPRES – Airlangga Hartarto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua umum partai Golkar pada Minggu (11/8). Kabar tersebut disampaikan langsung olehnya melalui video resmi yang disiarkan Partai Golkar di Jakarta.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” kata Airlangga dalam video tersebut.
Pernyataan Airlangga yang disebut mendadak ini pun kemudian menimbulkan sejumlah pertanyaan, hingga persepsi dari berbagai kalangan.
Baca Juga:Dapatkan Kopi Kekinian Hanya dengan Buka Tabungan Lewat Digital CS BRILakukan Safari Politik, Rena Da Frina Harap Golkar Temani Langkahnya di Pilkada Kota Bogor
Bukan tanpa dasar, sejumlah pernyataan serupa bermunculan, usai beredar foto yang menunjukkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu bertemu dengan Jokowi dan Jusuf Kalla (JK).

Warganet tersebut menambahkan, bahwa Airlangga juga pernah menyebut dirinya siap memberikan tempat terhormat jika Presiden Jokowi ingin bergabung ke Golkar. Dan tempat terhormat tersebut antara ketua umum dan ketua dewan pembina.
Sementara itu, Direktur PoliEco Digital Insight Institute (Pedes) Anthony Leong turut menilai bahwa Bahlil layak menduduki kursi kepemimpinan Golkar.
