Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Lukmanul Hakim mengatakan, kekeringan akibat kemarau ini berdampak pada produktifitas petani, sebab pertanian di Bandung Barat masih banyak lahan persawahan yang mengandalkan air hujan.
“Irigasi Leuwikuya ini dibangun sejak era Hindia Belanda. Kemudian mengalami pendangkalan seiring usianya. Tercatat sampai 2016, irigasi ini sudah tidak aktif lagi,” jelas Lukman.
Irigasi tersebut mengalirkan air dari hulunya di wilayah Soreang, Kabupaten Bandung. Dari irigasi tersebut, lahan persawahan di kawasan Cihampelas.
Baca Juga:Bawaslu Jabar Temukan 61 Ribu Data Pemilih Meninggal Selama Pengawasan Coklit Tahap DuaKomisi IV Sayangkan Progres Revitalisasi Situ Panjalu, Kontraktor Nakal Perlu Disanksi
“Jangka pendeknya akan dilakukan pompanisasi untuk mengairi lahan sawah. Jangka panjangnya, besok kit akan menghitung untuk melakukan normalisasi irigasi,” tandasnya. (Wit)
