Afiliasi Kian Digemari, Begini Perhitungan Pajaknya

Oleh: Dwi Wahyuningsih, Penyuluh Pajak Kanwil DJP Jawa Barat I

 

Era digital saat ini berhasil membuat manusia meninggalkan pola dan cara hidup konvensional dan berganti menjadi serba online. Mungkin beberapa dekade lalu kita tidak pernah membayangkan di mana kita hanya mengeklik foto barang di layar monitor dan barang tersebut sampai di rumah kita.

Belanja online sangat digemari khalayak umum dari pelbagai lapisan masyarakat. Kemudahan berbelanja, harga yang murah, banyaknya diskon, dan tidak perlu keluar dari rumah menjadi beberapa alasan mengapa masyarakat saat ini lebih memilih belanja online ketimbang harus datang langsung ke toko.

Menurut laporan We Are Social pada Januari 2024, Indonesia menempati posisi kesembilan negara dengan pengguna internet terbanyak yang melakukan belanja online setiap minggunya. Di mana 59,3% pengguna internet di Indonesia berbelanja online setiap minggunya.

Bisnis online melalui marketplace menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, menurut data Bank Indonesia, volume transaksi e-commerce naik dari 3,49 miliar kali pada tahun 2022 menjadi 3,71 miliar kali pada 2023. Bahkan nilai transaksi e-commerce pada 2023 pun mencapai Rp453,75 triliun.

Namun, jika kawan-kawan belum memilliki produk untuk dijual tenang saja. Kawan-kawan masih dapat berkecimpung di dunia marketplace tanpa perlu menjual barang, ada pasar afiliasi atau yang sering kita dengar affiliate marketing.

Apa itu Affiliate Marketing?

Kawan-kawan mungkin pernah menemukan orang membagikan link marketplace pada thread atau reply di X (dulu Twitter) atau membagikan video berisi “Baju yang aku pake ada di bio nomor 70 ya” di Instagram. Nah, seperti itulah cara kerja affiliate marketing.

Affiliate marketing merupakan sebuah program kerja sama di mana kamu bisa mempromosikan produk-produk dari suatu e-commerce dari akun media sosial untuk mendapatkan komisi.

Afiliator (pelaku affiliate marketing) bertindak sebagai perantara yang mengarahkan konsumen ke merchant melalui berbagai metode pemasaran, seperti membuat ulasan, membuat konten terkait, atau membagikan tautan yang mengarahkan ke produk atau merchant yang dipromosikan.

Tidak terikat kontrak dan tidak ada jam kerja merupakan beberapa alasan mengapa dunia affiliate marketing sangat digandrungi saat ini. Dengan tidak terikat kontrak, seseorang dapat menjadi afiliator di berbagai marketplace. Afiliator pun dapat menentukan jam kerjanya sendiri, sehingga dapat dilakukan di tengah-tengah kesibukan sehari-hari atau menjadi penghasilan tambahan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan