JABAR EKSPRES – Budi Soetrisno, yang telah memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Banjar hampir setahun, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari partai tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa namanya tidak lagi tercantum dalam susunan struktural partai saat ini, sehingga tidak ada lagi alasan baginya untuk tetap bertahan.
Sejak diangkat dan ditunjuk oleh DPW untuk membenahi partai di DPD pada Oktober 2023, Budi telah memberikan kontribusi yang signifikan. Di bawah kepemimpinannya, perolehan suara Partai NasDem di Kota Banjar mengalami peningkatan yang signifikan dari 3.000 suara pada pemilu sebelumnya menjadi lebih dari 5.000 suara.
Baca Juga:Versi Ruhimat dan Bendahara Koni Banjar, Utang Sudah LunasHasil Putusan Praperadilan Pegi Setiawan, Pakar Hukum Sarankan Penyidik Legawa
Meskipun demikian, Budi merasa keputusan DPW Nasdem untuk mengganti posisinya tanpa melalui mekanisme musyawarah cabang (Muscab) merupakan hal yang membingungkan baginya.
“Di Nasdem, tidak ada muscab, sehingga pergantian Ketua DPD langsung ditunjuk oleh DPW,” katanya.
Selama memimpin DPD Nasdem Kota Banjar, Budi telah bekerja keras untuk memperkuat basis partai di kota tersebut. Ia berhasil meningkatkan jumlah suara partai secara signifikan, namun merasa usahanya tidak dihargai oleh DPW.
Budi pun mempertimbangkan untuk kembali ke partai lamanya, Partai Demokrat. Menurutnya, ia merasa lebih dihargai dan memiliki tempat yang jelas dalam struktur partai tersebut.
Dengan mundurnya Budi, Partai NasDem Kota Banjar kini menghadapi tantangan baru untuk menjaga kestabilan dan kelangsungan dukungan dari para kader dan simpatisan. Budi berharap NasDem bisa terus maju, meskipun tanpa kehadirannya.
Kehadiran Esson Ambarita diharapkan mampu membawa semangat baru dan strategi yang efektif untuk memenangkan pemilu mendatang. Namun, peran dan kontribusi Budi Soetrisno selama ini tetap akan diingat oleh para kader dan simpatisan Partai NasDem di Kota Banjar.
