JABAR EKSPRES – Sebanyak 100 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Banjar telah berhasil naik kelas dari kategori usaha mikro menjadi usaha kecil.
Pj Wali Kota Banjar, Ida Wahida Hidayati, menyampaikan bahwa berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 27.000 pelaku UMKM di Banjar. Ida juga menegaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Banjar telah berhasil mendorong 100 UMKM untuk naik kelas.
“Saat ini terdapat 100 UMKM yang telah berhasil naik kelas. Namun, semua UMKM di Kota Banjar pasti akan naik kelas, hanya perlu dilakukan secara bertahap,” ujar Ida dalam acara Kick Off UMKM naik kelas di aula Sekretariat Daerah Kota Banjar belum lama ini.
Baca Juga:Hari Jadi ke-23 Kora Cimahi, Siti Muntamah: Kota Campernik yang Eksotik dan Kreatif158 Calon Siswa Baru Dianulir di Tahap Pertama PPDB 2024, Bey Machmudin: Kami Punya Aturan dan Kewenangan!
Program UMKM naik kelas ini merupakan upaya pemerintah untuk mendorong para pelaku usaha agar dapat berkembang lebih maju dan turut membantu pemulihan ekonomi di Kota Banjar.
“Dengan program UMKM naik kelas ini, saya berharap produk-produk UMKM Kota Banjar dapat dikenal di Jawa Barat, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional. Hal ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi para pelaku usaha dan Kota Banjar secara keseluruhan,” tambahnya.
Dalam upaya membantu UMKM dalam pemasaran dan permodalan, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Kota Banjar, Sri Sobariah, menjelaskan bahwa program UMKM naik kelas merupakan kelanjutan dari program UMKM juara lima tahun sebelumnya.
Dengan adanya UMKM naik kelas ini, para pelaku usaha yang sebelumnya belum memiliki kesempatan untuk ekspor produknya kini diberikan kesempatan tersebut, termasuk dalam memasarkan produk di tingkat provinsi dan nasional.
“Kami kini mendorong para pelaku usaha untuk meningkatkan pemasaran produknya, serta melengkapi legalisasi yang belum selesai. Bagi yang baru memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha), kami akan membantu dalam proses kelengkapan tersebut,” ungkap Sri.
Dari segi pemasaran, permodalan, dan perizinan, Sri menegaskan bahwa para pelaku UMKM yang naik kelas akan mendapatkan bantuan yang diperlukan.
“Kami memberikan akses literasi keuangan kepada para pelaku UMKM, serta menyelenggarakan pelatihan rutin setiap Jumat untuk mempersiapkan mereka dalam naik kelas. Selain itu, dari 100 UMKM yang naik kelas, tidak hanya berasal dari satu bidang usaha saja, tetapi dari berbagai sektor seperti makanan olahan, minuman kemasan, kerajinan, dan fashion,” lanjutnya.
