Pengamat Minta Pemerintah Utamakan Daya Saing Industri Dalam Negeri

Suasana pabrik tekstil dan produk tekstil (TPT) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (21/5/2024). foto/ANTARA
Suasana pabrik tekstil dan produk tekstil (TPT) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (21/5/2024). foto/ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ekonom Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Ernoiz Antriyandarti  meminta pemerintah utamakan daya saing industri dalam negeri dibandingkan tekanan atau pujian pemerintah asing.

‘’Banyak komoditas Indonesia masih harus menguatkan daya saingnya, ketika semakin diliberalisasi maka dampak negative dari perdagangan internasional akan lebih dirasakan oleh produsen-produsen dalam negeri, terutama produsen berskala kecil,’’ kata Ernoiz Antriyandarti dikutip dari ANTARA, Jumat (21/6).

‘’Jika relaksasi impor direalisasikan untuk komoditas yang berdaya saing, tidaklah mengkhawatirkan. Jika relaksasi impor direalisasikan untuk komoditas tekstil dan produk tekstil (TPT), dapat menjadi pemicu semakin merosotnya daya saing, pabrik tekstil yang tutup bertambah, PHK juga meningkat,’’ katanya.

Baca Juga:Pemkab Gowa Upayakan Pemulangan Jenazah TKI yang Terbunuh di MalaysiaKPK Tegaskan Tidak Ada Maladministrasi Saat Pemeriksaan Kusnadi

‘’Iklim usaha di dalam negeri dapat terganggu yang jika dibiarkan akan menimbulkan bibit-bibit terjadinya guncangan ekonomi nasional,’’ lanjutnya.

Menurut Agus untuk mewujudkan hal tersebut perlu kolaborasi bersama dengan Kementerian terkait agar ‘’trade remedies’’ perlindungan bagi industry TPT domestik bisa terwujud.

0 Komentar