Stafsus Menag Tekankan Guru PAI Mesti Adaptif di Era Digital

Stafsus Menag Tekankan Guru PAI Mesti Adaptif di Era Digital
Staf Khusus Menteri Agama RI (Stafsus Menag) Wibowo Prasetyo dalam Rapat Koordinasi, Pelaksanaan, Pengembangan, Tata Kelola dan Layanan Direktorat PAI Kementerian Agama di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (14/5) malam. (Antara)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) RI Wibowo Prasetyo menekankan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia memiliki strategis yang sangat penting dalam membentuk karakter anak didik yang matang, terutama di tengah tantangan era digital saat ini.

Menurutnya, keteladanan terhadap nilai-nilai spiritual, kepribadian, dan kepemimpinan yang diberikan oleh para guru PAI menjadi modal kuat untuk membangun generasi bangsa yang kokoh di masa depan.

“Kuncinya guru PAI harus siap terus meningkatkan kompetensinya dan lebih adaptif terhadap zaman. Sekarang ini era begitu cepat berubah, kalau kita tidak luwes maka akan tertinggal. Digitalisasi di PAI adalah keharusan karena sudah menjadi tuntutan dunia,” ujar Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/5).

Baca Juga:Tega Menghabisi Nyawa Ibu Sendiri dengan Garpu karena Tak Dibelikan Sepeda MotorKPK Ajukan Banding, Tolak Vonis 6 Tahun Penjara Hasbi Hasan

Wibowo menjelaskan bahwa para guru PAI memiliki posisi strategis karena mereka berinteraksi dengan para anak didik setiap hari, yang mayoritasnya adalah generasi Z.

Wibowo juga mengapresiasi upaya Direktorat PAI Kementerian Agama (Kemenag) yang telah membuat peta jalan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam, termasuk melalui digitalisasi dan program Satu Data untuk Semua dan Digitalisasi.

“Program ini tepat karena sesuai dengan program besar Satu Data Indonesia pada 2025. Jika semua berbasis digital maka akan meningkatkan aspek transparansi, akuntabel dan lebih terukur. Bahkan potensi penyimpangan atau fraud bisa kita hindarkan,” ujarnya.

Upaya peningkatan karir dan kesejahteraan guru dan pengawas juga dilakukan agar mereka dapat lebih fokus dalam melaksanakan tugasnya.

Program penguatan moderasi beragama juga terus dikembangkan, termasuk memperkuat budaya religius di sekolah. Kurikulum PAI juga terus dibenahi agar lebih relevan dan menyenangkan bagi siswa.

0 Komentar