Baginya, rezeki akan selalu diberikan oleh Tuhan kepada mereka yang tulus dalam menolong sesama.
“Tali Asih dari negara hanya merupakan cara agar komunikasi dan silaturahmi sesama relawan Tagana tetap terjaga,” ungkapnya
Bagi Asep, menjadi relawan Tagana adalah panggilan Tuhan untuk berdedikasi pada kemanusiaan. Namun, di samping itu, harapannya adalah agar kampung halamannya tidak menjadi sumber bencana bagi generasi mendatang.
Baca Juga:Pergeseran Tanah di Ciwidey, 4 Rumah TerdampakDapat Laporan dari Warga, Polresta Bandung Tangkap Penjual Obat Terlarang Bermodus Warung Padang
“Karena hal tersebut lebih berharga daripada apapun, termasuk insentif dari pemerintah,” kata dia.
*Awal mula penamaan Asep ‘Lampu’*
Penamaan Asep Mustofa atau akrab disapa Asep Lampu, disematkan oleh sesama rekan Tagana Kabupaten Bandung.
Bukan tanpa alasan, para relawan Tagana memberi nama belakang “Lampu” kepada Asep karena dia mengusasi ilmu kelistrikan terutama ruting kabel.
Asep sendiri kerap membawa peralatan listriknya dimulai dari berrbagai ukuran, terminal listrik, hingga MCB (Miniature Circuit Breaker) atau Pemutus Sirkuit Miniatur.
Tak hanya itu, dia juga membawa bor lubang biopori, hingga wadah plastik untuk memunguti sampah.
Semua peralatan itu, disimpan oleh Asep di motornya menggunakan kantong kurir yang dipasang di jok bagian belakang.
“Ini setiap hari saya bawa, karena saya menguasai bidang kelistrikan, semua pasti bertanya apa hubungannya dengan kebencanaan,” ujarnya.
Baca Juga:Tokoh Non Kader Ramaikan Penjaringan Calon Kepala Daerah PDIPKendalikan Inflasi, DPKP Kota Bandung Masih Andalkan Buruan SAE
Salah satu aspek yang membuat Asep Lampu menjadi pusat perhatian adalah keterampilannya dalam membawa peralatan listrik yang lengkap, mulai dari kabel berbagai ukuran hingga Miniature Circuit Breaker (MCB), serta alat-alat untuk operasi sampah.
Asep menjelaskan bahwa pemahaman tentang kelistrikan sangat penting dalam mencegah kebakaran, yang sering kali disebabkan oleh penggunaan peralatan listrik yang tidak tepat.
“Dalam bencana kebakaran, unsur listrik sering menjadi penyebab utama. Banyak masyarakat tidak menyadari kapasitas kabel yang dibutuhkan untuk peralatan listrik tertentu,” ungkapnya
“Saya percaya bahwa pendidikan dan kesadaran akan pentingnya pemilihan dan penggunaan kabel yang tepat dapat mengurangi risiko kebakaran,” lanjutnya
Kebanyakan, kata Asep, masyarakat hanya berfikir soal sesuatu yang praktis saja. Namun tanpa disadari kerugian yang dihasilkan bukan hanya kepada mereka akan tetapi orang lain ikut terdampak
