BIUTR Tak akan Bereskan Masalah Kemacetan Kota Bandung

Ilustrasi: Kepadatan kendaraan di Kota Bandung.
Ilustrasi: Kepadatan kendaraan di Kota Bandung. (Foto: Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

BANDUNG, JABAR EKSPRES – Pakar Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Aine Kusumawati menilai, pembangunan Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) tak akan memecah permasalahan kemacetan di Kota Bandung.

Menurutnya, pembangunan BIUTR hanya mengatasi sebagian kecil dari akar masalah yang ada. Karena dari segi efektifitas, perpindahan kendaraan menggunakan tol dalam kota tersebut dinilai bakal sedikit akibat keterbatasan akses.

Selain itu, lalu lintas daerah-daerah yang dihubungkan oleh jalan tol tersebut bakal menimbulkan masalah. Dampaknya, kemacetan akan terjadi kembali akibat kondisi eksisting jalan Kota Bandung yang tak sanggup menampung beban kendaraan.

Baca Juga:Libur Panjang Lebaran, Tirta Kahuripan Tetap Siaga Berikan Pelayanan11 Mobil Hilang, Direktur PT CCA Gugat Aswin ke PN Bogor

“Jalan tol (dalam kota) tersebut tidak akan menyelesaikan masalah (kemacetan),” katanya dilihat Jabar Ekspres, Rabu (27/3).

“Saat jalan tol sudah jadi, bukan berarti dia akan menyelesaikan masalah, karena yang berpindah mungkin tidak akan banyak,” lanjutnya.

Di lain sisi, pembangunan BIUTR bakal berdampak pada kecenderungan masyarakat berpindah menggunakan kendaraan roda empat. Imbasnya, kondisi jalan di Kota Bandung semakin tak sanggup menampung jumlah kendaraan.

“Bayangkan nanti ada lalu lintas yang di-generated oleh jalan tol. Mungkin yang tadinya masyarakat gak kepikiran pake mobil, malah jadi menggunakan mobil,” ungkapnya.

Maka dari itu, dirinya menilai, pembangunan BIUTR tak akan mampu mengurai kemacetan di tengah kepemilikan kendaraan di Bandung yang semakin bertambah.

“Dengan dibangunnya tol pun, kemungkinan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi akan semakin meningkat,” bebernya.

Menurutnya, solusi konkrit dalam mengurai kemacetan di Kota Bandung, yakni perbaikan dalam segi angkutan massal. Diakuinya, memang terdapat kendala bagi sang pemangku kepentingan guna merealisasikan hal tersebut.

Baca Juga:Duta Pemuda dan Pemuda Pelopor Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam PemerintahanAkhir Cerita Kasus Buku LKS: 2 Oknum Disdik Kota Banjar Disanksi

Hal ini berkenaan dengan kondisi jalan Kota Bandung yang relatif kecil. Penyempurnaan transportasi publik seperti angkutan kota dan Trans Metro Bandung (TMB) pun tak dinilai tak efektif. Hal ini imbas dari kondisi lalu lintas yang padat.

Oleh karena itu, menurutnya, perlu angkutan massal yang memiliki jalur sendiri, yakni elevated (dibangun di atas permukaan tanah). Realisasinya berupa transportasi Light Trail Transit (LRT).

0 Komentar