JABAR EKSPRES – Saat memasuki bulan Ramadhan, pasar-pasar di Kota Cimahi, termasuk pasar Antri Baru di Jalan Sriwijaya, menjadi ramai dengan kedatangan masyarakat yang membeli berbagai kebutuhan pokok untuk menyambut bulan suci ini.
Seorang pembeli daging ayam di pasar tersebut, Rohma (36), menyatakan daging ayam sudah menjadi kebutuhan pokok untuk menu berbuka puasa setiap hari bagi keluarganya.
“Walau tidak setiap hari tapi perlu daging ayam pasti ada kalau di keluarga saya, buat menu berbuka puasa,” ucapnya saat ditemui Jabar Ekspres ketika sedang membeli ayam potong di salah satu jongko Pasar Antri, Rabu (13/3).
Baca Juga:Jelang Pilwakot , Komunitas Obor Hurung Deklarasi Dukung SendiAngklung Buncis Kampung Adat Cireundeu Semarakkan Perayaan Nyepi
Rohma mengungkapkan, saat ini harga ayam masih stabil. Dia biasanya membeli setengah kilogram, tetapi sekarang harus satu kilogram.
“Sekarang harganya tidak terlalu mahal tapi tidak terlalu murah juga, jadi saya beli satu kilo. Kalau waktu masih harganya naik paling cuman beli setengah kilo saja,” paparnya.
Meskipun harga ayam potong saat ini masih stabil, Rohma mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi kenaikan harga ayam dan beberapa komoditas pangan lainnya menjelang perayaan Lebaran.
“Kalau menjelang lebaran takut pada naik lagi, jadi harus disiapkan dari sekarang-sekarang untuk kebutuhan sehari-hari. Pastinya pada naik, memang sedikit khawatir tapi mau gimana lagi udah hal yang biasa,” tuturnya.
Salah seorang pedagang ayam potong bernama Asep (43 tahun) mengungkapkan, harga ayam potong saat ini masih tetap stabil dan belum mengalami perubahan baik kenaikan maupun penurunan.
“Ayam sekarang masih seperti dulu, Rp. 40.000 jenis ayam broiler potong,” kata Asep.
Namun, lanjut Asep ada kemungkinan harga daging ayam potong akan turun, hal tersebut tergantung dari bandar. Saat ini, harga masih normal karena bandar jagal ayam masih pada libur.
Baca Juga:Sampah Masih Jadi Persoalan Kabupaten Bandung, Bupati Targetkan TPS3R di Tiap Kelurahan/DesaMotif Jual Beli Suara Jadi Alasan Pengrusakan Rumah PPK Cibeureum Kota Sukabumi
“Biasanya bandar narik ke PT (perusahaan) sekarang bandar masih pada libur. Kalau ada perubahan nanti mungkin saat distributor udah mulai memasok ke pasar lagi mungkin terjadi perubahan harga,” ungkap Asep.
