Legislator Sebut Pembangunan BIUTR Harus Ada Review Ulang

Dok. Anggota DPRD Jabar, Daddy Rohanady. Foto. Sandi Nugraha.
Dok. Anggota DPRD Jabar, Daddy Rohanady. Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat (DPRD Jabar), Daddy Rohanady menyebut pembangunan Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) atau tol dalam kota harus di review ulang oleh pemerintah baik pusat maupun provinsi dan daerah (pemda).

Pasalnya menurut Daddy, mangkraknya rencana pembangunan BIUTR selama 17 tahun hanyalah persoalan klasik yakni terkait dengan pembebasan lahan. Maka dari itu, Ia menyebut, jika proyek tersebut akan kembali dilanjutkan, maka harus adanya kajian ulang.

“Klasik sebetulnya, dimana-mana pembangunan terkait lahan, itu persoalannya adalah pembebasan, karena itu tidak murah dan tidak mudah. Jadi bagi saya sepanjang itu infrastruktur lalu lintas, menurut saya itu pasti untuk mengurangi kemacetan (tujuannya). Cuma tadi, tidak murah dan tidak mudah implementasinya,” katanya kepada Jabar Ekspres di Kantor DPRD Jabar, Jum’at (1/3) Kemarin.

Baca Juga:Jadi Salah Satu Coffeeshop Terbesar di Bogor, Agreya Coffee Siap Dukung Aktivitas KomunitasPengadaan Mobil Dinas DPRD Jabar Tunggu Persetujuan BPKAD

Daddy menambahkan, bahwa pembangunan BIUTR tersebut sebetulnya sudah ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Jabar sejak lama. Namun kata dia, untuk eksekusi rencana tersebut sangat sulit.

“Karena kan ini (BIUTR) butuh dana besar dan nggak bisa dikerjakan hanya dengan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) provinsi. Jadi butuh kesabaran dan butuh biaya (besar),” ucapnya.

Maka dari itu, Daddy menuturkan jika proyek BIUTR tersebut ingin dihidupkan kembali, pemerintah harus melakukan review atau kaji ulang terkait rencana tersebut.

“Inu harus dihitung ulang secara realistis, terutama kaitan dengan lahan (pembebasan) terutama, dan FS (feasibility study) juga harus matang. Jadi harus ada review dan dimatangkan lagi, kira-kira persoalan krusial dimana, terkait apa, titik paling rawan yang masih jadi masalah itu juga dimana. Jadi harus segera dipikirkan solusinya,” pungkasnya.

Sebelumnya ,Pakar Transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Sony Sulaksono mengatakan rencana pembangunan BIUTR atau tol dalam kota yang akan kembali dilakukan di tahun 2024 ini harus adanya kajian ulang.

0 Komentar