JABAR EKSPRES – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menyelenggarakan BRI Microfinance Outlook 2024 yang akan berlangsung 7 Maret 2024 mendatang. BRI Microfinance Outlook kali ini membahas strategi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan mengoptimalkan peran UMKM sebagai driver pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat mengurangi ketimpangan pendapatan dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Acara tersebut akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo*, Menteri BUMN Erick Thohir*, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Deputi Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyastuti serta Direktur Utama BRI Sunarso dan Direktur Bisnis Mikro BRI Supari. [*dalam tahap konfirmasi]
Disamping itu, dalam acara tersebut juga terdapat pakar ekonomi dunia yang turut hadir diantaranya Managing Director of The KIT Knowledge Unit Mayada El-Zoghibi, ADB Country Director for Indonesia Jiro Tominaga serta Research Affiliate at Harvard University Beatriz Armendariz.
Baca Juga:Program BRInita Sulap Lahan Sempit Jadi Urban Farming yang ProduktifDana Kelolaan Reksadana Tumbuh 13%, BRI-MI Sabet Top 5 Manajer Investasi di Tahun Pertama Gabung BRI Group
Untuk tahun ini BRI Microfinance Outlook 2024 mengusung tema terkait inklusi keuangan karena dalam tiga dekade terakhir sejak tahun 1993, Indonesia telah berada dalam kelas negara berpendapatan menengah. Gill & Kharas (2007) menyebut kondisi ini sebagai jebakan pendapatan menengah/middle income trap, yaitu situasi di mana suatu negara bertahan dalam kelas pendapatan menengah pada waktu yang lama dan gagal untuk menuju negara berpendapatan tinggi.
Sunarso mengungkapkan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam aspek pembangunan, salah satunya adalah dalam hal akselerasi peningkatan inklusi keuangan. Karena peran krusial inklusi keuangan tersebut BRI menetapkan visi untuk menjadi “The Most Valuable Banking Group In Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion” di tahun 2025.
