Pergerakan Tanah di Desa Cibedug Kian Parah, Puluhan Rumah Terancam

Sejumlah warga Kampung Cihombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, KBB secara swadaya mengevakuasi material tanah yang terangkat. Kamis (22/2). Foto Pemdes Cibedug
Sejumlah warga Kampung Cihombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, KBB secara swadaya mengevakuasi material tanah yang terangkat. Kamis (22/2). Foto Pemdes Cibedug
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Tiga hari lamanya, bencana alam pergerakan tanah menerjang Kampung Cigombong RT 04 RW 13, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dari hari ke hari, retakan akibat pergerakan tanah di kawasan tersebut kian meluas dan parah.

Ia menyebut, pergerakan tanah, selain merusak bangunan, juga merusak fasilitas SD di wilayah itu. Begitu juga dengan jalan setapak yang mulai mengalami retakan ringan.

Baca Juga:Rawan Jadi Temuan Audit, Pengawasan Kucuran Hibah DiperketatTersedia hingga Lebaran 2024, Pasokan Beras di Jawa Barat Diklaim Aman

Akibat bencana itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Cibedug, mengungsikan belasan penghuni rumah ke lokasi yang aman. Sementara SD yang terdampak hanya satu ruang kelas dan halaman sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar ikut terdampak.

“Retakan akibat pergerakan tanah sudah muncul sejak tiga hari lalu. Namun setiap harinya terus membesar dan saat ini retakannya sudah mencapai sekitar 20 sentimeter, sehingga mengancam keselamatan warga,” jelasnya.

Lebar retakan bervariasi dan membahayakan karena bisa saja menyebabkan bangunan ambruk. Sebagai antisipasi, aktivitas belajar mengajar di sekolah untuk sementara diliburkan.

“Bangunan sekolah juga rawan karena posisinya di atas permukiman. Jadi, untuk keselamatan dan hasil koordinasi dengan pihak sekolah serta komite, sekolah diliburkan dari tanggal 21-26 Februari 2024. Total di sana ada 90 siswa dengan jumlah staf dan guru ada 10 orang,” keluhnya.

Menurutnya, selain bangunan rumah dan sekolah yang terdampak langsung, berdasarkan inventarisasi di lapangan ada sebanyak 34 rumah yang terancam dan jalan lingkungan juga mengalami retak-retak. Dikhawatirkan jika hujan terus menerus turun, rumah-rumah itu juga akan terdampak langsung.

“Tanah di sana labil, jadi kalau hujan terus menerus turun, khawatirnya bisa menyebabkan bangunan ambruk,” imbuhnya. (Wit)

0 Komentar