Warga Tasikmalaya Keluhkan Harga Beras yang Masih Melambung Tinggi

Warga Tasikmalaya Keluhkan Harga Beras yang Masih Melambung Tinggi
Pekerja memikul beberapa karung beras di Gudang Bulog, Gedebage, Kota Bandung. (Foto: Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harga beras di Tasikmalaya, khususnya di Pasar Tradisional Singaparna, masih tinggi, berkisar antara Rp16.500 hingga Rp17.000 per kilogram.

Kenaikan harga beras dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca hujan yang terus menerus hingga minimnya hasil panen akibat musim kemarau sebelumnya.

Lina Rachmawati, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, menyatakan bahwa saat ini harga beras di pasar-pasar lokal dijual dengan harga rata-rata Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram.

Baca Juga:Anak Vincent Rompies Diduga Terlibat Kasus Perundungan, Polisi: Masih Dilakukan Penyelidikan7 Rekomendasi HP Terbaik dengan Harga Rp3 Jutaan, Kualitasnya Tak Perlu Diragukan!

“Kebetulan kalau untuk stok masih aman. Kemungkinan akan normal pada bulan Maret mendatang karena musim panen,” terangnya.

Lina menambahkan bahwa untuk menekan harga beras, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana melakukan Operasi Pasar Murah (OPM) pada Kamis, 22 Februari 2024 di depan Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya.

Tini mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah agar harga beras di pasaran tidak terus naik, jangan sampai mencapai Rp22.000 seperti di daerah lain.

“Jangan sampai itu terjadi, maka kami harap segera ada langkan dari pemerintah daerah,” harapnya.

0 Komentar