Klaim Pasokan ke Ritel dan Pasar Moderen Aman, Bulog Jabar Sebut 133 Ribu Ton Beras Tersedia

Ist. Bulog jabar akan kembali distribusikan beras SPHP ke pasar dan ritel. Foto. Pandu Muslim Jabar Ekspres
Ist. Bulog jabar akan kembali distribusikan beras SPHP ke pasar dan ritel. Foto. Pandu Muslim Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES –  Badan Urusan Logistik Provinsi Jawa Barat (Bulog Jabar) mengklaim pasokan beras ke seluruh ritel maupun pasar tradisional di 27 Kabupaten/kota, dipastikan aman.

Kepala Bulog Jabar M. Attar Rizal mengaku, hal tersebut sering dengan adanya ketersedian atau stok beras di gudang Bulog, yang saat ini telah mencapai 93 ribu ton.

“Dan dalam perjalanan masih ada sebanyak 40 ribu ton (Beras). Jadi total stok beras di Bulog Jabar akan mencapai 133 ribu ton,” ujarnya di Bandung, Jum’at (16/2).

Baca Juga:Ada Kenaikan Harga Beras, Pemkot Minta Warga Bandung Jangan PanikDisdukcapil Klaim Perekaman Pemilih Pemula Capai 80 Persen Lebih

Attar menambahkan, stok beras tersebut nantinya akan digunakan untuk kegiatan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) baik di pasar tradisional maupun retail.

Bahkan sejak awal Januari 2024 kemarin, ia mengaku Bulog Jabar telah menggelontorkan sebanyak 17 ribu ton beras SPHP baik di pasar tradisional maupun modern atau ritel.

“Pendistribusian ini akan terus kita lanjutkan, untuk menahan laju kenaikan harga beras di pasaran,” katanya

Attar menuturkan, pasokan ke pasar tradisional nantinya dilakukan minimal seminggu sekali. Sedangkan untuk retail moderen, kata dia akan dilakukan sesuai dengan permintaan yang diajukan.

“Selain dari impor melalui Pelabuhan Patimban dan Tanjung Priok yang akan terus berlangsung, pasokan beras dari dalam negeri juga akan kami optimalkan pada masa panen nanti. Untuk wilayah Jawa Barat panen diperkirakan di bulan April hingga Mei nanti, masa panen ini mundur karena kekeringan dampak El Nino. Jadi stok kita akan terus bertambah,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengaku telah mengkoordinasikan dengan sejumlah pihak seper Bulog, terkait kelangkaan beras di pasaran khususnya ritel.

Bahkan selain langka, menurut Penjabat (Pj) Gubenur Jabar, Bey Triadi Machmudin, Harga Eceran Tertinggi (HET) khusunya jenis beras medium dan premium juga, saat ini telah mengalami kenaikan.

Baca Juga:Menkes Budi Gunadi Apresiasi Layanan Bedah Jantung RSUD Al Ihsan, Harap jadi Pengampu RS Kabupaten KotaAngka Petugas Pemilu yang Tumbang di Bandung Barat Bertambah, Jadi 51 Orang!

“Terkait beras memang HET (Harga Eceran Tertinggi) nya sudah naik di pasaran tapi ya minimal tidak langka. Dan kami juga (Pemprov Jabar) sudah berkoodinasi dengan Bulog,” ujarnya, Kamis (15/2) kemarin

(San)

0 Komentar