JABAR EKSPRES – Konsumsi daging anjing berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, karena adanya bakteri dalam tubuh hewan tersebut. Oleh karena itu, mengonsumsi daging anjing dapat memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dr. Dwihadi Isnalini mengatakan, isu mengenai pengiriman ratusan ekor anjing yang viral menyusul terungkapnya kejadian tersebut di daerah Jawa Tengah.
“Daging anjing bisa menimbulkan kolera kemudian bisa menyebabkan diare. Di dalam tubuh anjing itu juga ada bakteri Salmonella, Ecoli, seperti itu juga bisa ada antrax,” jelasnya.
Baca Juga:Dugaan Pelanggaran Kampanye, Bawaslu Bakal Panggil Ridwan Kamil2024, Sensatia Botanicals Tambah Gerai di Bandung
“Jadi banyak hal sebenarnya, ada bakteri Trichinellosis itu bisa menyebabkan pendarahan pada kuku manusia dan mata,” tambah Dr. Dwihadi.
Dalam daging anjing tersebut juga terinfeksi cacing, khususnya cacing toxocara canis, yang dapat berpotensi menyebabkan kebutaan pada manusia.
“Jadi zoonosis termasuk dalam bakteri-bakteri itu. Namanya yang terinfeksi bisa terjadi kapan saja, mungkin cara masaknya atau apapun itu intinya di dalam tubuh anjing terdapat bakteri-bakteri itu,” jelas Dr. Dwihadi.
Dr. Dwihadi menyoroti potensi risiko kesehatan yang dapat timbul jika seseorang mengonsumsi daging anjing atau jika bakterinya tidak mati, yang dapat menyebabkan penularan kolera.
“Sejauh ini tidak ada laporan di Cimahi, paling rabies karena gigitan,” pungkasnya. (Mong)
