JABAR EKSPRES – Kesadaran memiliki KTP-EL di kalangan masyarakat umum juga menjadi perhatian, di mana sebagian hanya mengurus Adminduk saat dibutuhkan, seperti ketika akan pergi ke rumah sakit karena ada ketidaksesuaian data pada KTP.
Menghitung kebutuhan blangko memang menjadi tantangan, terutama bagi pemula yang mungkin sulit menentukan jumlahnya. Sejauh ini, kebutuhan blangko yang wajib oleh Disdukcapil belum terhitung secara pasti.
“400 kali 5 hari kerja, artinya perminggu bisa mencetak hingga 2.000 KTP,” ungkapnya.
Bagi pemula, tutur Ipah, kehilangan dan kerusakan menjadi kendala yang mudah terjadi. Namun, masyarakat tampaknya kurang peduli ketika disampaikan informasi tentang adanya keterbatasan.
Baca Juga:SBY Titipkan Hal Ini Untuk Para Paslon di Acara Debat Capres-Cawapres MendatangSambangi Sukabumi, SBY Ungkap Banyak Kenangan Indah
Ipah mengungkapkan, pihaknya berkunjung ke pusat sekali seminggu, dengan alokasi jatah yang disesuaikan sesuai dengan kapasitas mereka untuk memastikan pembagian yang merata.
“Kalau ke Jakarta, kita ngambil 1.000 jadi kalau sebulan 4.000 blangko,” pungkasnya. (Mong)
